Resep Bolu Kukus Idaman

Membuat bolu kukus memang gampang-gampang susah. Kesalahan ukuran, tidak tepat dalam memilih bahan dan metode pembuatan yang salah bisa menyebabkan kegagalan. Ikuti petunjuk resep dengan benar dan bolu kukus idaman pasti dapat Anda taklukan. Selamat Mencoba. Resep/Dapur Uji/Food Stylist/Foto: Budi Sutomo



Bahan:
400 g tepung terigu protein sedang/cap segitiga biru
4 butir telur (pilih ukuran sedang)
300 g gula pasir
400 ml sprite/air soda
1 sdm cokelat bubuk
1 sdt pasta cokelat/  1/2 sdt pewarna cokelat
¼ sdt pewarna cokelat/pasta cokelat
2 sdt cake emulsifier/ovalet
1 ½  sdt baking powder double acting atau 2 sdt baking powder
½ sdt garam halus
Paper cup/kertas minyak untuk alas cetakan

Cara Membuat:
1.Campur baking bowder double acting dengan tepung terigu. Aduk rata, ayak,  sisihkan.
2.Kocok telur, gula pasir dan garam menggunakan mixer hingga mengembang kaku ( kaku = jika adonan diambil dengan sendok, sendok dibalik adonan tidak jatuh). Masukkan cake emulsifier, kocok lagi hingga adonan benar-benar lembut dan kental.
3. Masukkan sedikit demi sedikit tepung terigu dan air soda/sprite, secara bergantian ke dalam adonan telur sambil terus dimixer kecepatan sedang (gigi 2) hingga tercampur rata.
4. Ambil tiga sendok sayur adonan, tambahkan pewarna cokelat/pasta cokelat dan cokelat bubuk, aduk rata. Sisihkan.
5. Siapkan cetakan bolu kukus yang telah dialas paper cup/kertas minyak. Tuang adonan putih ke dalam cetakan bolu kukus hingga hampir penuh. Masukkan setengah sendok makan adonan cokelat di atasnya. Lakukan hingga adonan habis.
6. Kukus dengan api besar selama 20 menit atau hingga kue matang dan merekah di bagian atasnya. Angkat, dinginkan.
7. Atur kue di dalam piring saji. Hidangkan.
Untuk 25 Buah

Tip:
*  Alas tutup kukusan dengan serbet agar uap air tidak menete ke permuakan adonan dan menyebabkan permukaan adonan berair.
* Pastikan kukusan telah benar-benar panas ketika adonan dimasukkan ke alam kukusan. Gunakan api besar agar kue merekah bagian permukaannya.
*  Jangan membuka kukusan sebelum 10 menit adonan dikukus. Membuka kukusan akan menyebabkan adonan yangs edang mengembang mennadi kempes dan tidak pecah permukaannya.
* Untuk menambah aroma, campur 1/2 sdt vanila bubuk dalam tepung terigu.
INFO LENGKAP JAJAN PASAR KLIK DI SINI

Makanan Bayi dan Balita

Bayi sebaiknya di berikan ASI eklusif hingga usia 6 bulan. Karena bagi bayi usia tersebut tidak ada makanan lain yang sebaik ASI. Namun jika kondisi tertentu, seperti produksi ASI tidak mecukupi kebutuhan nutrisi bayi atau alasan medis yang lain, maka pada usia 4 bulan bayi sudah bisa diberikan makanan pendamping ASI. Menginjak usia 6 bulan ke atas, ASI sebagai sumber nutrisi sudah tidak mencukupi lagi kebutuhan gizi yang terus berkembang. Perlu diberikan makanan pendamping ASI. Teks & Foto: Budi Sutomo

Bayi dilahirkan dengan kemampuan refleks makan, seperti mengisap, menelan dan akhirnya mengunyah. Pemberian makanan pendamping ASI harus disesuaikan dengan perkembangan sistem alat pencernaan bayi, mulai dari makanan bertekstur cair, kental, semi padat hingga akhirnya makanan padat. Secara umum kesiapan bayi menerima makanan pendamping ditandai dengan hal-hal berikut:
1. Bayi mulai memasukan tangan ke mulut dan mengunyahnya.
2. Bayi merespon dan membuka mulutnya saat disuapi makanan.
3. Hilangnya refleks menjulurkan lidah
4. Bayi lebih tertarik pada makanan dibandingkan botol susu atau ketika disodorkan puting susu.
5. Bayi rewel atau gelisah padahal sudah diberi asi atau susu formula sebanyak 4-5 kali sehari.
6. Bayi sudah bisa duduk sambil disangga dan sudah mampu menegakkan kepalanya.

Variasi Makanan Pendamping
Memberikan makanan pendamping ASI sebaiknya diberikan secara bertahap baik dari tekstur maupun jumlah prosinya. Kekentalan makanan dan jumlah harus disesuaikan dengan ketrampilan dan kesiapan bayi di dalam menerima makanan. Dari sisi tekstur makanan, awalnya bayi diberi makanan cari dan lebut, setelah bayi bisa menggerakan lidah dan proses mengunyah, bayi sudah bisa diberi makanan semi padat. Sedangkan makanan padat diberikan ketika bayi sudah mulai tumbuh gigi geligi. Porsi makana juga berangsur mulai dari satu sendok hingga berangsur-angsur bertambah sesuai porsi bayi.

Sebaiknya pengenalan makanan bayi dimulai dari satu jenis makanan, misalnya pisang, papaya, avokad. Perhatikan responnya, apakah bayi mentoleransi atau tidak. Bayi biasanya lebih menyukai makanan manis dan bayi biasanya akan memuntahkan jika tidak suka. Jangan dipaksakan jika bayi menolak, berikan jenis makanan pengganti lain dengan rasa berbeda sebagai gantinya. Ketrampilan menelan pada bayi tergantung pada rangsangan yang tepat pada saraf pengecapannya. Karenanya berikan makanan manis seperti sari buah-buahan pada ujung lidah. Dan sayuran pada bagian tengah. Kenalkan sayuran terlebih dahulu dibandingkan buah. Citarasa sayuran cenderung langu dan kurang diminati bayi, agar terbiasa makan sayuran, kenalkan sayuran terlebih dahulu dibandingkan buah.

Pada usia 6-9 bulan tekstur makanan sebaiknya makanan cair, lembut atau saring, seperti bubur buah, bubur susu atau bubur sayuran saring/dihaluskan. Menginjak usia 10-12 bulan, bayi mulai beralih ke makanan kental dan padat namun tetap bertekstur lunak, seperti aneka nasi tim. Usia 12-24 bulan bayi sudah mulai dikenalkan makanan keluarga atau makanan padat namun tetap memperhatikan rasa. Hindari makanan-makanan yang dapat menggangu organ pencernaan, seperti makanan terlalu berbumbu tajam, pedas, terlalu asam atau berlemak. Pada masa ini kenalkan finger snack atau makanan yang bisa dipegang seperti cookies, nugget atau potongan sayuran rebus atau buah. Ini penting untuk melatih ketrampilan di dalam memegang makanan dan merangsang pertumbuhan giginya.

Organ pencernaan bayi belum sesempurna orang dewasa, makanan tertentu bisa menyebabkan ganguan pencernaan, seperti sembelit, muntah atau perut kembung. Makanan yang dihindari seperti, makanan yang mengandung gas, durian, nangka, cempedak, tape, kol dan kembang kol.

Makanan untuk Daya Tahan Tubuh Bayi

Makanan yang diberikan bayi harus tepat baik jenis makanannya, jumlahnya hingga kandungan gizinya. Meskipun secara fisik masih bayi namun kebutuhan akan jenis zat gizi, bayi sama dengan orang dewasa, yaitu karbohidrat untuk sumber tenaga (padi-padian, kentang), protein nabati dan hewani untuk pertumbuhan (susu, daging, telur, ikan, kacang-kacangan), vitamin dan mineral untuk menjaga dan memelihara kesehatan.
Agar bayi tumbu sehat diperlukan vitamin A agar kesehatan matanya terjaga dan menjaga dari serangan inveksi. Vitamin D baik untuk pertumbuhan gigi. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menghindari serangan penyakit, bayi memerlukan beragam vitamin dan mineral esensial. Seperti vitamin C, E, A dan seng. Sedangkan golongan antioksidan penangkal radikal bebas bayi perlu golongan vitamin A,E dan C.

Variasi Bubur untuk Bayi
Bubur susu cocok untuk bayi usia 6 bulan ke atas, teksturnya yang lembut mudah dicerna dan diserap alat pencernaan bayi. Penambahan tepung seperti tepung beras atau tepung maizena bisa dilakukan. Tujuan penambahan tepung adalah meningkatkan nilai gizi dari bubur, susu sebagai sumber protein dan tepung sebagai sumber karbohidrat pemberi energi bayi. Sebenarnya variasi makanan bayi tidak hanya bubur susu. Yang perlu diperhatikan adalah dalam pemilihan susu, jika menggunakan susu olahan berikan susu formula yang sesuai dengan usia bayi. ASI juga bisa ditambahkan ke dalam bubur susu, proses membuatnya setelah tepung direbus dengan air atau kaldu (air rebusan daging ayam/daging atau ikan) hingga matang dan mengental, tambahkan larutan susu formula hangat atau ASI, baru diaduk rata. Susu apalagi ASI sebaiknya jangan direbus karena akan merusak kandungan gizinya, cukup diseduh dengan air panas/hangat dan di campur dengan bubur tepung.

Variasi makanan pendamping asi tidak hanya bubur tepung, bubur buah dan bubur sayuran. Perlu diberikan selang-seling dengan bubur susu agar kebutuhan akan vitamin dan mineral bayi terpenuhi. Bubur buah bisa menggunakan avokad, sari jeruk manis, papaya, melon, semangka atau pisang. Jangan menggunakan buah-buahan terlalu asam dan berserat kasar seperti nanas karena bayi belum pencernaan bayi belum bisa menerima. Sayuran seperti wortel, kacang merah, kacang hijau, tomat dan kentang juga bisa dibuat bubur sayuran. Cairan yang digunakan bisa kaldu daging, kaldu ikan, kaldu ayam atau kaldu sayuran.

Bubur Susu Maizena
Bahan:
1 sdm tepung maizena
40 g bayam, cuci, rebus, haluskan
150 ml ASi atau 3 sdm susu formula lanjutan yang dilarutkan dengan dengan 100 ml air hangat
200 ml air matang/kaldu sayuran
Cara Membuat:
1. Larutkan tepung maizena dengan 200 ml air matang/kaldu sayuran. Didihkan hinga matang dan mengental. Angkat.
2. Sesaat sebelum diangkat, masukan bayam. Aduk rata, angkat dari perapian.
3. Selagi hangat masukan ASI atau larutan susu formula lanjutan, aduk rata.
4. Tuang ke dalam mangkuk saji. Hidangkan hangat.
Untuk 2 porsi

Kandungan ± Nutrisi per porsi:
Protein: 3.8 g
Lemak: 1.1 g
Karbohidrat: 19.8 g
Energi: 61.3 kkal

Kaldu Sayuran:
60 g wortel, potong-potong
40 g batang sledri, potong-potong
200 ml air
Cara Membuat:
Campur semua bahan kaldu, rebus denga api kecil hingga mendidih, angkat, saring.

Nasi Tim
Variasi nasi tim untuk MP-ASI sebaiknya jangan menggunakan bahan yang monoton. Variasikan setiap hari, ini penting agar bayi tercukupi semua gizinya. Mengingat kandungan gizi setiap bahan pangan juga berbeda satu dengan yang lain. Selain nasi sebagai bahan utama sumber karbohidrat, di dalam nasi tim sebaiknya mengandung protein hewani atau nabati dan sayuran. Seperti nasi tim, ditambah dengan daging cicang dan potongan kecil wortel. Atau nasi tim dikombinasi dengan tahu, tomat atau bayam.

Nasi Tim Hati Ayam
Bahan:
60 g beras, cuci bersih
50 g hati ayam, rebus lalu haluskan/cincang
40 g wortel, potong dadu kecil
40 g tomat, buang bijinya, potong dadu kecil
Kaldu Ayam:
100 g, tulang ayam/kaki ayam, cuci bersih
500 ml air
1 batang daun bawang, potong-potong
Cara Membuat:
1. Kaldu Ayam: Rebus semua bahan kaldu hingga mendidih. Angkat, saring.
2. Tuang air dalam panci, panaskan hingga mendidih.
3. Siapkan pinggan tahan panas atau panic, masukkan beras, kaldu dan wortel, aduk rata. Letakan pinggan tahan panas/panci di atas panci yang berisi air mendidih. Tutup panci, masak hingga beras matang dan lembut.
4. Sesaat sebelum diangkat, tambahkan rebusan hati ayam dan potongan tomat, aduk rata. Masak kembali selama 2 menit. Angkat.
5. Masukkan nasi tim ke dalam mangkuk atau piring saji. Berikan pada bayi dalam kondisi hangat.
Untuk 2 Porsi

Kandungan ± nutrisi per porsi
Protein: 7.3 g
Lemak: 1.1 g
Krbohidrat: 27.8 g
Energi: 150.5 kkal

Makanan yang Dianjurkan untuk Bayi Usia 4-6 bulan
1. Bubur tepung beras/beras merah, dimasak dengan menggunakan cairan air/kaldu daging/sayuran, susu formula, ASI atau air.
2. Bubur tepung baik tepung maizena, dimasak dengan kaldu atau susu formula/ASI
3. Pure buah atau buah yang dihaluskan, seperti pisang, papaya, melon, apel, avokad.
4. Pure sayuran, sayuran yang direbus kemudian dihaluskan menggunakan blender. Sayuran yang dianjurkan, kacang polong, kacang merah, wortel, tomat, kentang, labu kuning. Selama memblender sayuran sebaiknya ditambah dengan kaldu atau air matang agar tekstur sayuran dapat lembut.
5. Pure Kacang, kacang merah/kacang hijau/kacang polong yang direbus dengan kaldu hingga empuk kemudian di haluskan dengan blender. Pastikan blender dan alat saji berlabel food grade agar aman bagi bayi.
6. Daging, pilih yang tidak berlemak
7. Ayam, pilih daging ayam kampung muda tanpa tulang, kulit dan lemak.
8. Ikan, pilih daging ikan tanpa duri seperti fillet salmon, fillet ikan kakap dan gindara.

Makanan yang Tidak Dianjurkan untuk Bayi Usia 4-6 bulan
1. Semua jenis makanan yang mengandung protein gluten, biasanya terdapat di dalam tepung terigu, barley, biji kandum, cookies dari tepung terigu dan havermut. Protein gluten di dalam bahan pangan ini seringkali menyebabkan reaksi gluten intolerance yang menyebabkan perut kembung, mual dan diare pada bayi.
2. Hidari pemberian gula, garam, bumbu masak/penyedap rasa terhadap makanan bayi.
3. Makanan terlalu berlemak
4. Buah terlalu asam, seperti jeruk, sirsak
5. Makanan terlalu pedas atau berbumbu tajam, hindari cabe, lada dan asam
6. Susu sapi dan olahannya. Khususnya untuk bayi yang memiliki reaksi alergi terhadap susu sapi atau lactose intolerance
7. Buah-buahan mengandung gas, durian, cempedak, pemicu kembung dan sembelit
8. Sayuran mengandung gas, kol, kembang kol, lobak, pemicu perut kembung
9. Kacang tanah, bisa menyebabkan alergi atau pemicu anaphylactic shock atau pembengkakan pada tenggorokan sehingga bayi susah bernapas.
10. Seringkali telur memicu alergi, berikan bertahap dengan porsi kecil dan lihat reaksinya. Jika tidak menimbulkan alergi telur bisa diberikan.

Jadwal Pemberian Makanan Pada Bayi
Pola makan bayi sebenarnya tidak ada acuan pastinya, karena waktu makan bayi dan istirahat bayi belum teratur seperti orang dewasa, karenanya gunakan pola makan sehari sebagai berikut.
Berikan ASI sekehendak atau semaunya bayi.
Jika menggunakan susu formula pengganti ASI, berikan 5 kali sehari dengan takaran 180-210 ml untuk bayi usia 4-5 bulan. Untuk, bayi usia 5-6 bulan, berikan 5 kali sehari dengan takaran susu 210 ml-240 ml setiap kali minum. Tambahkan satu kali bubur susu dan satu kali bubur buah atau pure sayuran.

Kebutuhan gizi bayi
Usia bayi 0-6 bulan dengan berat 6,0 kg dan tinggi 60 cm, angka kecukupan gizi yang dianjurkan perharinya adalah:

Energi 550 kkal
Protein 10 g
Vitamin A 375 RE
Vitamin D 5 mcg
Vitamin E 4 mg
Vitamin C 40 mg
Vitamin B12 0/4 mcg
Kalsium 200 mg
Besi 0.5 mg
Seng 1.3 mg
Sumber: Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi, 2004

Variasi Kue Kering Non Terigu


Kenaikan harga tepung terigu sangat memukul industri makanan, terutama industri kecil. Sebenarnya untuk jenis kue kering, banyak sekali jenis tepung non terigu yang bisa digunakan sebagai bahan baku. Seperti tepung garut, pati ganyong, tepung kanji, tepung suweg, tepung sagu ambon dan tepung beras. Berikut salah satu resep kue kering non terigu. Rasanya sangat istimewa dan tak kalah lezat dari kue berbahan terigu. Dari penampilan juga cantik dan menggugah selera. Selamat Mencoba. Resep/Dapur Uji/Foto/Food Stylist:Budi Sutomo

Semprit Sagu

Bahan:
Tepung sagu 600 g
Margarin 350 g
Gula halus 300 g
Kuning telur 3 butir
Santan kental 60 ml
Keju edam, parut 60g
Garam halus ½ sdt

Cara Membuat:
1. sangrai tepung sagu dengan api kecil selama 15 menit.
2. Di tempat terpisah, kocok margarin, gula halus dan garam hingga lembut. Tambahkan kuning telur, aduk rata.
3. Masukkan tepung sagu dan keju parut ke dalam adonan mentega, aduk rata. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tercampur rata.
4. Masukkan adonan ke dalam plastik segitiga/piping bag yang telah diisi dengan sepuit bintang. Semprotkan ke atas loyang beroles margarin. Taburi atasnya dengan keju edam parut. Lakukan hingga adonan habis.
5. Panggang kue di dalam oven bertemperatur 150 derajat celcius selama 30 menit atau hingga kue kering, matang dan berwarna kuning kekcokelatan. Angkat, dinginkan. Kemas kue dalam stoples kedap udara.

Untuk ± 1000 g

Tip: Gunakan sepuit bintang lubang besar agar adonan mudah keluar. Adonan juga bisa dicetak dengan cetakan tembak.

Peluang Wirausaha Boga

Anda berniat memulai wirausaha? Sebelum menentukan suatu usaha, tentu harus mengetahui seluk beluk usaha yang akan di lakukan. Manfaatnya usaha akan berjalan lancar dan menghasilkan keuntungan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membaca aneka jenis peluang usaha yang ditawarkan oleh Tabloid Peluang Usaha. Di dalam tabloid ini beragam seluk beluk berwirausaha dipaparkan dengan gambling dan bisa menjadi acuan dan bahan pertimbangan sebelum memulai usaha.

Dalam edisi khusus, Tabloid Peluang Usaha No 11 yang terbit 11-24 Februari 2008. Tabloid ini membedah trik-trik jitu para pengusaha boga atasi lonjakan harga sembako. Tidak ketinggalan budi boga turut membagikan jurus-jurus jitu menyiasati kenaikan harga tepung terigu dalam industri makanan. Selamat Berwirausaha.

Gizi Seimbang untuk Bayi & Balita

Anak Mudah Sakit? Atasi dengan Gizi Seimbang


Agar buah hati Anda tidak gampang sakit, daya tahan tubuhnya perlu diperkuat. Caranya, bukan dengan obat, melainkan dengan asupan gizi yang seimbang. Selain ASI, ia musti mengkonsumsi makanan pendamping ASI untuk tumbuh kembangnya. Ingin anak Anda sehat dan bugar? Bijaklah memilih asupan bernutrisi.

Bahasan seputar permasalahan makanan bayi dan balita diulas tuntas oleh dr. Natalia Emmy, SpGK, dr. Ommy Ariansih, SpA dan praktisi Kuliner dan Gizi Budi Sutomo, S.Pd.

Artikel lengkapnya bisa di baca pada laporan utama tabloid Mom & Kiddie - Edisi No 12 - Beredar 28 Januari – 10 Februari 2008


Layanan Langung Penjualan Buku


Membeli buku sekarang tidak perlu repot lagi. Layanan jaringan PrimaDR yang masih satu grup dengan penerbit PT. Dian Rakyat melayani pesanan buku antar langsung. Salah satu buku yang dijual adalah buku “Sukses Wirausaha Roti Favorit” karangan saya, Bagi Anda yang kesulitan mendapatkan buku ini bisa dipesan melalui Layanan Langsung Penjualan Buku PrimaDR.

Untuk wilayah Jakarta, Depok Bekasi dan Tanggerang pembayaran dilakukan system COD (Cash On Delivery) atau bayar ketika barang datang. Di luar wilayah Jabodetabek. Pembayaran bisa dilakukan melalui no rekening Bank Mandiri cabang Pulau Gadung. No.Rek; 125-0004865184 atau Bank BCA cabang Pulau Gadung. No Rek. 2753001191, kedua rekening atas nama PT. Dian Rakyat. Bukti transfer di fax ke no 021-6336788.

Untuk informasi lebih lanjut bisa ditanyakan ke bagian pemasaran dan informasi Tlp: 021-6333507. SMS. 021-70769466. e-mail: primadar@dianrakyat.co.id

Sayangnya informasi PrimaDR hanya disebarluaskan melalui bulletin, sehingga hanya orang yang mendapatkan bulletin saja yang tau dan bisa melakukan pemesanan. Seharusnya Layanan PrmaDR mempunyai web site sehingga daftar buku yang dijual bisa dilihat semua orang dan semakin luas pangsa pasarnya.

Eklusif di Budi Boga - Umbi Suweg

UMBI SUWEG
Bahan Pangan Alternatif Pengganti Terigu

Umbinya besar mencapai 5 kg, cita rasanya netral sehingga mudah dipadu padankan dengan beragam bahan sebagai bahan baku kue tradisional dan modern. Sayangnya umbi ini semakin tidak dilirik dan bahkan mulai langka. Padahal suweg sangat potensial sebagai bahan pangan sumber karbohidrat.

Tanaman yang diduga bermigrasi dari kawasan Asia tropik ke Afrika, kemudian berkembang ke negara Asia seperti Indonesia. Ada kemungkinan Suweg (Amorphophallus campanulatus forma hortenis Backer) masuk ke Indonesia dibawa oleh botanikus asal Belanda.

Tanaman siweg tumbuh subur di dataran rendah hingga ketinggian 800 m di atas permukaan laut. Kisaran suhu idealnya adalah 25-35oC dengan curah hujan 1000-1500mm/tahun. Tanaman ini lebih cocok ditanam pada lahan yang agak ternaungi jadi perlu tanaman pelindung. Suweg berkembang biak dengan pemisahan anakan atau memotong tunas anakan yang tersebar dipermukaan umbi. Tanah yang cocok adalah campuran antara tanah humus, lempung dan pasir. Tanaman akan menghasilkan umbi siap panen ketika memasuki usia 18 bulan. Masa panen suweg sebaiknya dilakukan saat batang suweg sudah membusuk dan memasuki masa istirahat, saat inilah kandungan pati di dalam suweg maksimal. Berat umbi suweg bisa mencapai 5 kg.

Sebagai sumber bahan pangan, suweg sangat potensial. Komposisi utamanya adalah karbohidrat sekitar 80-85%. Kandungan serat, vitamin A dan B juga lumayan tinggi. Setiap 100 g suweg mengandung protein 1.0 g, lemak 0.1 g, karbohidrat 15.7 g, kalsium 62 mg, besi 4.2 g, thiamine 0.07 mg dan asam askorbat 5 mg. Suweg juga baik dikonsumsi bagi penderita diabetes karena indek glisemik rendah yaitu 42. Bahan pangan dengan indek glisemik rendah dapat menekan peningkatan kadar gula darah penderita diabetes.

Sayangnya di Indonesia kurang memanfaatkan suweg sebagai alternatif lain bahan pangan sumber karbohidrat. Suweg juga bisa diiris tipis, dijemur dan dijadikan tepung suweg. Dengan dijadikan tepung, aplikasi suweg menjadi lebih mudah. Tepung suweg bisa menjadi pengganti tepung terigu atau beras atau digunakan sebagai subtitusi tepung terigu. Tepung suweg bisa menjadi bahan baku nasi tiwul suweg, campuran roti, cake, kue kering maupun campuran kue jajan pasar. Membuat tepung suweg tidaklah sulit, setelah suweg dikupas dan dicuci bersih, potong tipis kemudian jemur hingga kering. Proses selanjutnya adalah menggiling dan mengayak higga menjadi tepung suweg. Di Filipina tepung suweg sudah banyak di gunakan sebagai bahan baku roti maupun kue kering.

Dalam kondisi segar, suweg juga potensial sebagai bahan baku kue tradisional maupun aneka kudapan seperti kolak maupun getuk suweg. Umbi suweg juga enak dimakan hanya dengan cara mengukusnya hingga empuk kemudian di campur dengan parutan kelapa parut. Tekstur suweg kukus yang empuk bisa dihaluskan menjadi bahan baku kue talam, campuran brownies, cake, kue lumpur maupun sarikaya suweg. Suweg juga bisa untuk campuran kolak atau dibuat sayur berkuah santan (digulai). Sayang keberadaan suweg kini semakin jarang dijumpai dan pemerintah tidak menggalakan budidaya suweg. Teks & Foto: Budi Sutomo.