Resep Brownies Panggang Irit Telur

Kue brownies awal terciptanya dari cake bantat dan gosong. Karena kesalahan resep dan metode memasak ini justru malah disuka. Kini brownies mengalami perkembangan, baik dari komposisi bahan maupun metode pembuatan. Selain brownis panggang, banyak juga dibuat brownies kukus. Teksturnya kue yang padat dan citarasa yang legit menjadi ciri khas brownies. Berikut resep brownies yang sudah lolos dapur uji dan pasti jadi.
Resep/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo

Bahan:
120 g tepung terigu
200 g margarin
3 butir telur, kocok hingga mengembang
200 g dark cooking chocolate, potong-potong
150 g gula pasir halus/gula bubuk
60 g potongan kacang almond/kenari
¼ sdt garam halus
Cara Membuat:
1.
Campur tepung terigu dengan gula halus, aduk rata. sisihkan.
2. Panaskan margarine hingga meleleh. Masukkan potongan cokelat, dan garam, aduk hingga cokelat meleleh. Angkat, dinginkan hingga hangat.
3. Di tempat terpisah, kocok telur menggunakan mixer hingga mengembang. Masukkan campuran tepung terigu dan gula halus ke dalam kocokan telur sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan spatula plastik hingga rata.
4. Tuang margarin, cokelat dan gula yang telah dilelehkan ke dalam adonan telur. aduk rata. Tambahkan potongan kacang almond/kenari. Aduk rata. Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dialas dengan kertas roti dan diolesi margarin, ratakan. Taburi atasnya dengan irisan kacang almond.
5. Panggang di dalam oven bertemperatur 170 derajat celcius selama 45 menit atau hingga kue matang. Angkat. Potong-potong. atur di dalam piring saji, hidangkan.
Untuk 12 potong
Tip:
Warna kue brownies yang cokelat susah untuk mengetahui apakah kue sudah matang atau belum. Caranya dengan menusuk kue dengan lidi/kawat. Jika lidi diangkat sudah tidak ada adonan yang menempel/kering berarti kue sudah matang.

Talkshow Diet Golongan Darah & Lomba Masak di Bandung

Serunya Lomba & Demo Masak di Bandung

Seru, meriah dan antusias, demikian kesan keseluruhan acara lomba masak dan talkshow yang digelar oleh penerbit Puspa Swara bekerjasama dengan Giant Pasteur dan toko buku Tisera Jatinangor Bandung. Berikut liputannya.

Lomba Masak
Acara berlangusung dua sesi, pertama lomba masak yang disponsori oleh Sosis Kimbo, kaldu ayam Maggi dan tentu saja Giant Supermarket. Acara lomba berlangsung sangat meriah, para peserta terlihat antusias mengikuti lomba yang berhadiah beragam bingkisan dari penyelenggara dan sponsor.


Selama lomba berlangsung bernyata banyak kejadian seru yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Tiga juri termasuk saya perwakilan puspa swara cukup terkesima dengan kepiawaian para peserta di dalam mengolah bahan menjadi sup macaroni. Ternyata walapun banyak ibu-ibu peserta yang mengaku sudah terbiasa masak namun banyak melakukan kesalahan kecil yang seharusnya tidak boleh terjadi selama lomba. Seperti terlalu gosong menumis bumbu sehingga sup menjadi pahit, memasukan sayuran semenjak kaldu belum mendidih sehingga terlalu matang, keasinan atau bahkan menyajikan sup banyak isi daripada kuahnya jadi terkesan seperti sayur bukan sup. Terlepas dari kesealahan kecil, secara keseluruhan, para peserta lomba sudah menunjukan kreasinya yang cukup memukau. Hampir semua rasanya sudah memenuhi criteria sup makaroni, porsinya sudah pas, garnisnya cantik dan teknik pengolahanya juga sudah benar. Namun yang namanya lomba pasti ada yang lebih baik. karenanya untuk yang belum menjadi pemenang, jangan berkecil hati. Terus mengasah kemampuan di dalam memasak.

Talkshow Menu Sehat & Lezat Sesuai Golongan Darah
Sesi kedua acara adalah talkshow dengan tema “menu sehat dan lezat golongan darah”. Acara ini diselenggarakan terkait dengan promosi launching 4 buku diet sesuai golongan darah yang ditulis oleh Prof.Dr.Ir. Ali Khomsan dan Yuni Harlinawati. Adapun 4 buku diet golongan darah masing-masing berjudul, Menu sehat dan lezat golongan darah A, B, O dan AB. Buku ini sangat bagus dan termasuk buku bestseller.

Di dalam masing-masing buku ini di ulas secara mendalam teori diet sesuai golongan darah, makanan yang bermanfaat, yang netral dan di larang. Kelebihan lain dari buku

ini adalah menu masakanya yang disesuaikan dengan citarasa Indonesia sehingga sesuai dengan selera lidah kita. Pemilihan bahan yang mudah didapat dan resep-resep yang praktis sehingga gampang diaplikasikan oleh siapa saja. “Ternyata konsumsi makanan tertentu bisa bermanfaat baik bagi tubuh dan bisa bersifat racun dan membahayakan kesehatan jika tidak sesuai golongan darah. Karenanya pengaturan diet sesuai golongan darah sangat baik untuk meningkatkan dan mencapai kondisi kesehatan yang optimal.” Tutur Yuni Harlinawati, penulis buku ini.

Demo Masak Menu Golongan Darah
Serangkaian acara ini diakhiri dengan demo masak aneka resep diet sesuai golongan darah. Sesi ini tentu sangat menarik bagi para ibu-ibu peserta talkshow. “ Saya penasaran pingin tau kaya apa sih
makanan dan cara mengolah menu sehat golongan darah,” tutur salah seorang peserta. “Ternyata menu diet sesuai golongan darah itu mudah dibuat, teknik pengolahanya tidak sulit dan hasilnya lezat seperti menu harian.” Tutur seorang ibu diakhir acara.
Acarapun ditutup setelah pengumuman pemenang lomba dan bagi-bagi door prize dari sponsor.