KupasTuntas Daun Suji& Pandan

Banyak orang seringkali bingung mebedakan daun suji dan daun pandan, sepintas memang terlihat sama namun kedua daun ini mempunyai manfaat yang berbeda di dalam masakan. Daun pandan biasanya digunakan sebagai pengharum kue tradisional, minuman maupun masakan. Berbeda dengan daun suji yang lebih sering dipakai sebagai pewarna hijau pada kue jajan pasar atau minuman.

Daun Pandan
Daun
pandan (Pandanus amaryllifolius) termasuk famili dari Pandanaceae atau keluarga pandan. Di Dunia banyak sekali jenisnya, seperti daun pandan hutan yang sering dipakai sebagai bahan baku tikar. Ada juga jenis pandan kecil beraroma wangi yang sering digunakan sebagai pewangi masakan.

Selain memberi aroma, daun pandan juga bisa digunakan sebagai pembungkus, seperti pada kue Talam Thailand atau masakan Ayam Goreng Pandan. Sebenarnya daun pandan juga bisa memberikan warna hijau pada masakan dengan cara menumbuk dan memeras airnya, namun efek warnanya tidak sekuat daun suji. Untuk pengharum kue atau masakan pilih daun pandan yang tidak terlalu tua atau muda. Potong-potong kasar agar aroma pandan lebih kuat dibandingkan jika dimasukan utuh. Aroma pandan mudah menguap, tambahkan ke adonan, rebusan masakan atau adonan kue sesaat sebelum adonan diangkat dari perapian agar aroma lebih harum.

Daun Suji
Daun suji (Pleomale angustifolia) banyak digunakan sebagai bahan pewarna hijau pada makanan, kue-kue tradisional dan minuman seperti untuk pewarna hijau pada es cendol. Daun suji adalah tanaman perdu yang dapat mencapai tinggi 8 meter. Bentuk daunya memanjang dan tersusun melingkat, tanaman ini sesekali berbunga. Karena keindahan bentuk daunya, tanaman ini seringkali digunakan sebagai tanaman hias.

Selain memberikan pewarna hijau, daun suji juga memberikan aroma harum yang khas, meskipun tidak seharum daun pandan. Di dalam penggunaanya, daun suji seringkali dicampur dengan daun pandan agar aroma makanan, kue dan minuman yang dihasilkan lebih harum. Cara penggunaanya cairan hasil perasan daun suji ditambahkan ke dalam bahan kue atau makanan yang diinginkan. Berikut resep untuk membuat pewarna daun suji.

Pewarna Hijau Daun Suji

Bahan:

Daun suji cuci bersih 40 lembar

Daun pandan cuci bersih 3 lembar

150 ml air

¼ sdt air kapur sirih.

Cara Membuat:

1. Potong-potong atau iris halus daun suji dan daun pandan. Tumbuk atau blender dengan menambahkan air dan air kapur sirih.

2. Tuang campuran daun suji yang telah dihaluskan ke dalam saringan berlubang halus atau kain kasa. Peras airnya dan sisihkan ampasnya. Pewarna daun suji siap digunakan sesuai kebutuhan resep.

Untuk 150 ml

Teks & Foto: Budi Sutomo

Mengkudu, Buah Buruk Rupa Cegah Kanker

Berawal dari tanaman liar, buruk rupa dan beraroma busuk, mengkudu kini naik pamor menjadi bahan pangan, minuman dan obat-obatan herbal alternatif. Bukan kelezatan rasanya, namun karena banyaknya manfaat bagi kesehatan tubuh.

Menurut Jurnal Pacific Science (1949), buah mengkudu (Morinda citrifolia L) diduga berasal dari Indonesia. Tanaman yang juga dikenal dengan sebutan buah Pace atau Noni ini, bentuknya sebesar buah Pir. Berwarna hijau di saat muda dan berubah putih kekuningan jika mulai matang. Ciri lainnya, permukaan kulit buah berbintil dan dipenuhi mata berwarna coklat kehitaman, rasanya sangat asam dengan aroma khas sangat tajam ketika tua dan matang. Tidak disangka, tanaman yang selama ini dikenal sebagai tumbuhan liar, buruk rupa dan berbau busuk, kini berubah menjadi buah “ajaib” yang banyak di cari. Kepopuleran mengkudu tidak terlepas dari hasil riset beberapa penelitian. Hasilnya sungguh di luar dugaan, zat yang terkandung di dalam mengkudu sangat bermanfaat untuk aspek kesehatan.

Manfaat buah mengkudu sudah dikenal manusia sejak 2000 tahun lalu. Penduduk kepulauan Polynesia, Cina dan Indian yang pertama kali memanfaatkan khasiatnya. Selanjutnya pengetahuan ini menyebar ke Australia, Tahiti, Kanada, Malaysia dan akhirnya sampai ke Indonesia.

Di Indonesia, khususnya masyarakat pedesaan sebenarnya sudah mengkonsumsi mengkudu sejak dulu. Masyarakat Jawa mengenal rujak bebek yang salah satu bahannya adalah buah ini, sedangkan dari daun mudanya sebagian orang mengolah menjadi bahan baku sayur atau dimakan mentah sebagai lalapan. Baru pada tahun 1990-an mengkudu semakin dikenal luas. Popularitas mengkudu tidak lepas dari keberhasilan Lembaga Pengkajian Bisnis Pangan Bogor(LPBP), sebuah lembaga peneliti pertama Indonesia yang meneliti manfaat mengkudu bagi kesehatan manusia.

Mengandung Seyawa Berkhasiat Obat

Jika Anda ingin mendapatkan manfaat yang maksimal dari buah mengkudu, konsumsi buah yang sudah tua atau matang, hasil penelitian menunjukan semakin matang maka zat-zat yang bermanfaat semakin bertambah. Diantaranya adanya kandungan senyawa anthraquinone sebagai anti bakteri dan jamur, terpenten berfungsi meremajakan sel tubuh, dammacanthel yang dapat mencegah perkembangan sel kanker dan melawan pertumbuhan sel abnormal pada stadium pra kanker. Buah berkadar air 52% ini juga menyimpan beragam vitamin, diantaranya asam askorbat, asam kaproat, asam kaprik dan asam kaprilat yang mampu menangkal radikal bebas penyebab kanker.

Kepopuleran mengkudu kini semakin mendunia, apalagi setelah Dr Heil Solomon melakukan terapi terhadap 8.000 pasien. Hasilnya sungguh sangat menggembirakan, pemberian sari mengkudu secara kontinyu memberikan korelasi positif terhadap penyembuhan penyakit kanker, jantung, mengontrol hipertensi, gangguan pencernaan, diabetes dan stroke. Selain itu sari mengkudu juga dipercaya dapat meningkatkan daya tahan dan stamina tubuh dan membantu penyembuhan tuberkulosis (TBC). Mengkudu juga kaya akan serat yang baik untuk kesehatan saluran pencernaan. Banyaknya manfaat yang dimiliki buah mengkudu, sangat pantas kalau para ilmuwan menjulukinya sebagai Magic Fruit alias si buah ajaib.

Ragam Produk Mengkudu

Banyak orang yang kurang menyukai aroma mengkudu karena berbau busuk dan berasa asam. Jangan khuatir, saat ini beragam produk hasil olah mengkudu banyak beredar di pasaran. Mulai dari juice buah mengkudu beraneka rasa, tablet mengkudu sampai yang berupa kapsul dengan mudah dapat kita dapatkan. Bahkan tak hanya itu, produk perawatan tubuh dan kosmetika seperti sampo, sabun, body lotion dll juga menggunakan bahan baku mengkudu.

Buat Anda yang suka mengkonsumsi mengkudu segar, tips berikut dapat membantu mengurangi aroma mengkudu yang tidak enak dan rasa asam. Campurkan sari/jus mengkudu yang sudah di saring dengan gula merah atau madu. Simpan di dalam tempat bersih, sejuk dan tertutup rapat selama 2-4 hari, dan jus-pun siap diminum tanpa bau busuk yang menyengat dan rasanya menjadi manis segar. Proses penyimpanan ini akan mengurai asam askorbat, kaproat dan kaprik penyebab bau busuk. Namun perlu diingat, jangan menyimpannya terlalu lama karena akan menyebabkan terbentuknya senyawa alkohol yang memabukan. Teks & Foto: Budi Sutomo

Variasi Hidangan Daging Sapi

Dengan kuah santan atau kaldu itu sudah biasa, namun apa jadinya jika daging dimasak dengan kuah susu tawar cair? Gurih dan lezat itu jawabanya. Kelebihan lainya adalah kuah legit dan gurih tidak terlalu berlemak. Selamat Mencoba. Resep/Foto/Dapur Uji/Food Stylist: Budi Sutomo

Daging Masak Nanas

Bahan
300 g daging sapi, potong dadu
100 g nanas, potong dadu
300 ml susu tawar cair
4 butir bawang merah, haluskan
3 siung bawang putih, haluskan
3 batang serai, ambil bagian putihnya
2 cm lengkuas, memarkan
2 cm kunyit, haluskan
2 butir kemiri, haluskan
½ sdt lada halus
1 sdt garam halus
3 sdm minyak goreng
Cara Membuat:
1. Panaskan minyak, tumis bawang merah, bawang putih, lengkuas, serai, kunyit dan kemiri hingga harum. Masukkan potongan daging, aduk hingga daging berubah warna.
2. Tuang susu tawar cair, masak hingga santan mendidih.
3. Tambahkan nanas, lada dan garam. Masak hingga daging empuk dan kuah agak mengental, angkat. Tuang ke dalam mangkuk saji, hidangkan hangat.
Untuk 4 Porsi

Tip: Daging bisa diganti ayam, udang atau kambung. Kuah susu tawar cair bisa diganti santan.

BAGI-BAGI BUKU DIET GRATIS

Sukuran memasuki tahun kedua ngeblog, menjadi peringkat pertama the best blog 2007 versi Blog Indonesia serta ucapan terimakasih terhadap para pengunjung blog yang ke 500 ribu. Blog Gizi dan Kuliner by Budi mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada semua rekan blogger yang pernah mampir ke blog ini. Sebagai bentuk ucapan terimakasih, 5 eksemplar buku diet golongan darah akan dibagikan gratis. Terdiri dari masing-masing 1 eksemplar buku yang berjudul; Panduan Tepat untuk Diet Golongan Darah A, Panduan Tepat Diet Golongan Darah B, Panduan Tepat Diet Golongan Darah AB dan Panduan Tepat diet Golongan Darah O serta Buku Menu Sehat dan Lezat Sebulan untuk Golongan darah O. Sarat dan ketentuanya gampang;


1. Siapa saja pengunjung blog gizi dan kuliner by budi.
2. Pengunjung berada di wilayah Indonesia.
3. Memberi kritik dan saran terhadap blog gizi dan kuliner by budi lewat komen pada postingan ini.
4. Menyebutkan judul buku mana yang diinginkan lewat komen pada postingan ini.
5. Memberikan alamat ke e-mail: budis1975@yahoo.com untuk pengiriman buku jika anda menjadi pemenang (bisa dikirim setelah pengumuman pemenang).
6. Pengumuman pemenang akan diberitahukan lewat blog ini pada tanggal 1 Maret 2008.
7. Pemenang akan murni diundi.

Saya tungu partisipasinya.


Salam,

Budi sutomo








10 Daftar Sayuran & Buah Dengan Cemaran Pestisida Tertinggi

Survei ini hanya hasil diskusi kecil-kecilan Budi Boga dengan Gunanto Eko Saputro, Pakar pertanian lulusan IPB, yang juga jurnalis Media Agro Obesrver dan Koran Tempo. Hasil dari obrolan adalah berdasarkan pengamatan dan pengalaman langsung kami di lapangan. Seperti survei ke lahan pertanian sayuran dan buah, pengamatan terhadap pola bercocok tanam, serta perlakuan petani terhadap produk sayuran dan buah pasca panen. Berikut hasil pengamatan kami;

10 sayuran dengan kemungkinan cemaran pestisidanya kecil;
1. Daun Katuk
2. Daun Pepaya
3. Daun Kemangi
4. Kangkung
5. Daun Labu
6. Daun Kenikir
7. Daun Melinjo/Daun so
8. Daun Singkong
9. Daun Genjer
10. Daun Bayam

10 Sayuran dengan kemungkinan cemaran pestisida tinggi
1. Brokoli
2. Kembang Kol
3. Tomat
4. Buncis
5. Kol Putih
6. Kacang Panjang
7. Kol Merah
8. Cabe
9. Kailan
10. Daun Bawang

5 Buah Dengan Kandungan Pestisida Rendah;
1. Pisang
2. Manggis
3. Salak
4. Duku
5. Rambutan

5 Daftar Buah Kemungkinan Pestisida Tinggi serta dilapisi parafin, sejenis lilin agar buah tetap segar;
1. Apel
2. Pir
3. Peach
4. Anggur
5. Stroeri

Tip Aman Mengkonsumsi Sayuran dan Buah:
1. Selalu mencuci bersih sayuran dan buah dengan air mengalir sebelum diolah/dimakan. Dengan mencuci, bakteri, cemaran kimia, pestisida serta telur cacing bisa dihilangkan.
2. Hindari buah impor dengan penampakan kulit terlalu mengkilat. Buah jenis ini kemungkinan dilapisi parafin, sejenis lilin yang dapat mempertahankan kesegaran buah. Zat ini berbahaya bagi kesehatan.
3. Simpan sayuran dan buah dalam suhu rendah agar tahan lama.
4. Bercak putih pada sayuran dan buah kemungkinan besar cairan atau semprotan pestisida yang mengering. Hindari buah dengan bercak-bercak putih.
5. Beli buah dan sayuran saat sedang musim, selain lebih murah biasanya lebih segar.
6. Sebaiknya pilih sayuran dan buah organik, selain lebih sehat buah dan sayuran ini tanpa pestisida sehingga lebih baik untuk kesehatan tubuh. Buah dan sayuran organik biasanya secara fisik lebih kecil, sayuran banyak lubang bekas dimakan ulat atau belalang.

Teks & Foto: Budi Sutomo

Resep Masakan Sayuran

Resepnya standar, namun sentuhan minyak wijen menjadikan hidangan ini terasa orientalnya. Resepnya mudah dibuat dan bahanya mudah didapat. Bisa menjadi alternatif lauk harian keluarga. Selamat mencoba.
Resep/Dapur Uji/Food Stylist/Foto: Budi Sutomo


Tumis Brokoli Saus Tiram

Bahan:
300 g brokoli, potong menurut kuntum
100 g daging sapi, pilih yang mengandung sedikit lemak, potong-potong
60 g wortel, potong balok panjang
1 sdt biji wijen
1/2 sdm minyak wijen
3 sdm minyak zaitun
40 g bawang bombay, potong korek api
3 siung bawang putih, cincang
2 sdm saus tiram
100 ml air
½ sdt lada halus
½ sdt garam halus


Cara Membuat:
1. Panaskan minyak, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum. Masukkan potongan daging, aduk hingga daging berubah warna.
2. Tuang air, saus tiram, minyak wijen, lada, garam dan wijen. Masak hingga air mendidih. Masukkan wortel dan brokoli. Masak sambil diaduk-aduk hingga semua bahan matang. Angkat. Tuang ke dalam pinggan saji. Hidangkan hangat.

Untuk 3 Porsi

Tip: Brokoli bisa diganti dengan kailan, aparagus atau kembang kol.

Masakan Spesial Hari Raya Idul Adha


Hari Raya Idul Adha, atau yang disebut juga hari raya Qurban tinggal menghitung hari. Ada yang kurang rasanya, jika di hari istimewa ini tidak ada hidangan spesial tersaji di meja makan. Sate kambing sambal kecap bisa menjadi pilihan jamuan makan. Jika Anda tidak menghendaki sambal kecap, sambal kacang bisa menjadi pilihan lain pelengkap sate kambing.
Resep/Foto/Dapur Uji/Foo
d Stylist: Budi Sutomo

Sate Kambing Sambal Kecap

Bahan:
400 g daging kambing, potong dadu
100 g paprika merah, potong dadu
100 g paprika hijau, potong dadu
3 sdm kecap manis
1 sdm margarin, lelehkan/2 sdm minyak goreng
Tusuk sate secukupnya
Sambal Kecap:
6 sdm kecap manis
6 butir bawang merah, potong-potong
6 butir cabe rawit, potong-potong
2 butir cabe merah, potong-potong
1 buah tomat, potong dadu
1 sdm air jeruk nipis

Cara Membuat:
1. Sate: Siapkan tusuk sate, tusuk daging dan paprika secara berselang-seling. Lakukan hingga habis.
2. Guling-gulingkan tusukan daging ke dalam campuran kecap manis dan margarin/minyak hingga seluruh permukaan daging terselimuti campuran bumbu.
3. Bakar sate di atas bara api hingga matang. Angkat. Atur di dalam pinggan saji. Hidangkan panas dengan sambal kecap sebagai pelengkap.
4. Sambal Kecap: Campur kecap dengan potongan bawang merah, tomat, air jeruk nipis dan cabe. Aduk rata, sajikan sebagai pelengkap sate.

Untuk 5 Porsi

Tip:
Jika Anda tidak menyukai daging kambing. Daging kambing bisa diganti dengan daging sapi atau ayam.

Sambal kecap juga bisa diganti dengan sambal kacang. Bahannya; 100 g kacang tanah goreng, 4 buah cabe rawit merah, 2 buah bawang putih, 1 sdm ar jeruk nipis, 1 sdm bawang merah goreng, air matang secukupnya, kecap manis 2 sdm. Cara membuatnya. Haluskan kacang, cabe, bawang merah dan bawang putih. Tambahkan air, air jeruk nipis dan kecap manis, aduk rata.