WIRAUSAHA ROTI YUK?

























Buku ini terselesaikan dalam waktu hampir 5 bulan. Keinginan mempersembahkan resep terbaik menjadikan kontrol resep super ketat serta dapur uji yang berulang-ulang. Hanya resep terbaik dan lolos dapur uji yang dipersembahkan untuk pembaca. Selamat Berwirausaha.

wirausaha boga seperti membuka toko roti atau bakery memang menjanjikan laba yang melimpah. Tidak diperlukan modal terlalu besar dan risiko kegagalannya rendah. Namun demikian, ada kiat-kiat khusus agar bisnis ini sukses dan mengasilkan keuntungan. Baca panduannya di dalam buku ini.

Judul:
Wirausaha Roti Favorit
Penulis:
Budi Sutomo
Harga:
Rp. 45.000
Jumlah Halaman:
100 halaman
Penerbit:
Puspa Swara
Wisma Hijau, Jl. Mekarsari Raya No 15. Cimanggis, Depok, 16952. Tlpn: (021) 8729060. Fax: (021) 8712219. E-Mail:
info@puspaswara.com atau swara@cbn.net.id

Pemesanan:
Telepon: (021) 8729060 Fax (021) 8712219

Resensi:
Anda ingin memulai berwirausaha roti? Buku Wirausaha Roti Favorit layak menjadi pegangan dan panduan berbisnis roti. Bisnis usaha roti memang sangat menjanjikan keuntungan. Usaha ini juga jarang mengalami kegagalan karena produk konsumsi roti masarakat Indonesia tergolong cukup tinggi. Makanan yang berbahan pokok tepung terigu ini sudah banyak dikonsumsi sebagai alternatif sumber kalori pengganti nasi maupun snack pengganjal perut kektika lapar. Seiring dengan meningkatnya konsumsi roti, industri ini turut berkembang pesat, baik bersekala besar, menengah maupun home industry atau rumahan. Namun demikian, usaha ini memerlukan trik dan kiat khusus agar produk yang dihasilkan berkualitas baik, bersaing dipasaran dan tidak mengalami kegagalan. Jawabanya semua diulas tuntas didalam buku setebal 100 halaman ini.

Jika Anda jeli membaca peluang, jangan tunda lagi, mulailah berwirausaha roti. Sebagai panduan, buku ini layak Anda miliki. Dalam buku ini, dibahas secara rinci dan menalam seluk beluk memulai usaha roti. Pembahasan diawali dari konsep usaha, pengenalan produk, prospek bisnis, pengenalan alat, pengenalan sifat bahan dasar, resep-resep pilihan yang telah lolos dapur uji, aneka tip roti ala bakery yang sedang trend, teknik pengemasan, pemasaran, evaluasi kegagalan produk roti disertai solusinya, penyimpanan, promosi produk dan kalkulasi harga jual untuk memperkirakan keuntungan. Semuanya dijelaskan secara rinci dengan bahasa yang mudah dipahami.



Resep-resep yang disajikan di dalam buku ini merupakan resep pilihan yang sedang trend ala bakery ternama serta banyak diminati konsumen. Semua resep disertai foto yang artistik dan tip anti gagal. Adapun resepnya adalah; Roti Tawar Putih, Brown Bread, Roti Polo Isi Ayam, Roti Tulban isi Cokelat, Roti Kepang Kismis, Roti Hotdog isi Sosis, Roti Burger, Mozzarella Soft Roll, Roti unyil daging asap, Roti Unyil Sosis Keju, Roti Pandan isi tape, Roti Kukus isi kacang hijau, Pizza Jamur Jagung Manis, Donat Tabur Almond ala J-Co, Donat Siram Cokelat, Bola-Bola Donat Panggang, Roti Goreng isi ayam, Roti Abon ala Bread Talk, Danish Gulung Kismis, Brioche Keju, Roti Lilit Pisang, Roti Sarikaya ala Roti Boy, Roti isi Salad, Roti Cokelat Isi Selai Kacang, Cup Roti isi Selai Stroberi, Pan Bread Daging Asap, Roti Bun Isi Selai Nenas, Loaf Bread, Roti Manis Tabur Keju, Roti Taiwan Isi Sosis, Roti Zebra Cokelat, Croissant Keju, Roti Isi Sosis, Roti Sobek Isi Cokelat. Banyak pilihan bukan? Jangan tunda lagi, miliki buku ini dan mulailah berwirausaha roti.

Olahan Seafood

Cumi-cumi biasanya diolah dengan bumbu oriental dengan rasa ringan. Sesekali Anda boleh mempraktekan resep ini. Perpaduan sempurna antara lembutnya cumi, pedas cabe dan asam segar dari jeruk nipis. Apalagi tambahan daun kemangi semakin memperkaya cita rasa. Saya percaya, Anda dijamin tak puas menyantap lauk ini hanya disertai satu centong nasi.

Resep/Dapur Uji/Foto/Food Stylist: Budi Sutomo

Cumi Masak Pedas


Bahan:
400 g cumi-cumi, bersihkan, potong-potong
100 g paprika hijau, potong korek api
100 ml air
4 sdm minyak goreng
Bumbu:
5 cabe merah, tumbuk kasar
10 lembar daun kemangi
3 sdm air jeruk nipis
½ sdt terasi
2 cm lengkuas, memarkan
5 butir bawang merah, haluskan
4 siung bawang putih, haluskan
1 sdt gula pasir
1 sdt garam halus
Cara Membuat:
1. Panaskan minyak, tumis cabe merah, bawang merah, bawang putih, lengkuas dan terasi hingga harum.


2. Masukkan potongan cumi, aduk hingga cumi berubah warna. Tuang air, masak hingga mendidih. Tambahkan paprika, garam, gula pasir, daun kemangi dan air jeruk nipis. Masak hingga semua bahan matang. Angkat.

3. Tuang ke dalam pinggan saji. Hidangkan hangat.
Untuk 5 Porsi

Tip: Jangan memasak cumi terlalu lama karena daging cumi akan liat dan rasanya menjadi sepa. Masak dengan api besar dan cepat.

WISATA KULINER DI THAILAND - Som Tam


Mencoba Selada Pepaya Muda di Pattaya

Selain sup tom yam soup, durian montong, look coob, mi goreng thailand, serta bubur ketan durian. Negeri gajah putih ini juga mempunyai hidangan pembuka yang sangat menggoda selera. Namanya Selada Pepaya Muda.

Seni kuliner Thailand memang selalu menarik untuk dipelajari. Penggunaan sayuran mentah, buah-buahan, jeruk nipis, serai, lengkuas serta cabe mendominasi bahan dan bumbu masakan Thailand. Salah satu makanan yang masuk dalam daftar list untuk dicoba ketika berkunjung ke sana adalah selada pepaya muda. Penasaran untuk segera mencoba segarnya selada ini langsung di negeri as
alnya.

Kalau saya lebih cocok menyebutnya rujak pepaya muda. Beberapa kali mencoba selada pepaya di restauran, rasanya segar, asam dan lezat. Namun paling mantap ketika saya mencoba selada pepaya di pinggiran pantai Pattaya. Awalnya saya kurang berminat untuk mencoba karena jualannya di pinggir jalan beralaskan koran. Namun antrian pembeli menjadikan saya penasaran apa keistimewaannya. Setelah dicoba rasanya asli enak. Segarnya sayuran mentah, terasa pas dan menyatu dengan campuran bumbu bercita rasa asam pedas. Apalagi disantap siang hari dipinggiran pantai Pattaya yang indah. Masarakat setempat menyantapnya selada ini dengan kerupuk kulit yang gurih.

Buat pembaca blog budi boga, sengaja saya pelototi proses pembuatan hingga jadinya, agar bisa berbagi rahasia kelezatan selada pepaya Thailand atau som tam/som-tum. Namun kepiting sungai hidup sebagai bumbu khas masakan ini sengaja saya hilangkan diganti ebi karena susah menemukan bahan kepiting hidup di indonesia. Berikut resepnya;
Foto: Budi Sutomo



Selada Pepaya Muda Thailand




Bahan:
250 g pepaya muda/mentah, potong korek api/serut kasar
60 g wortel, potong korek api/serut kasar
1 buah tomat, potong sesuai selera 
2 buah kacang panjang, potong-potong
1/2 sdm ebi, sangrai
4 sdm kecap ikan
3 buah cabe rawit merah
2 butir bawang merah, iris halus
½ siung bawang putih
2 sdm air matang
5 sdm air jeruk nipis/lemon
2 sdt gula pasir
½ sdt garam halus
1 sdm daun ketumbar/mint cincang
2 sdm kacang tanah, sangrai, cincang

Cara Membuat:1. Tumbuk cabe rawit dengan bawang merah, bawang putih, garam dan gula pasir. Masukkan kecap ikan, air dan air jeruk nipis, aduk rata.


2. Tambahkan serutan pepaya muda, tomat, kacang panjang, wortel dan ebi. Tumbuk perlahan atau aduk hingga bumbu tercampur rata.
3. Tuang dalam pinggan saji, taburi dengan cincangan daun ketumbar/mint cincang dan cincangan kacang tanah. Hidangkan segera.

Catatan: wortel bisa diganti dengan kacang panjang. Resep selada ini juga bisa ditambah 60 g pisang batu dan satu ekor kepiting kecil mentah yang ikut ditumbuk beserta bumbu-bumbu.

Hari Blogger Nasional














Semangat Berbagi & Kebersamaan

Para blogger Indonesia boleh berbangga hati. Sabtu, 27 Oktober 2007, tepatnya di Blitz Megaplex-Grand Indonesia. Berlangsung Pesta Blogger 2007 yang sangat meriah dan menghasilkan tonggak baru sejarah blog di Indonesia.

Selain para suhu blogger Indonesia seperti Budi Putra, Wimar Witoelar, Priyadi, Fatih, Enda Nasution, Andrianto Gani, dll. Acara ini juga dihadiri Mentri Komunikasi dan Informatikan, bapak Muhammad Nuh. Di akhir sambutannya, menkominfo memberikan kado terindah bagi para blogger. Tanggal 27 Oktober 2007 dijadikan Hari Blogger Nasional.

Terlepas dari serunya suasana, kumpul-kumpul bareng para blogger, saling berbagi cerita, foto bareng dan tentu tukar url. Sepulang dari acara saya jadi berfikir, ternyata di tengah-tengah kehidupan masarakat kota yang semakin hedonis. Tumbuh komunitas baru dengan semangat kebersamaan dan keinginan untuk berbagi pengetahuan. Sungguh oase kecil bernama blog yang menyejukkan.

Jeng, Ini Daun Apa Sih...?


Selada Air

Ada cerita seru di balik postingan ini. Saya selalu tersenyum simpul jika menghingat kejadian itu...

Postingan ini terinspirasi kejadian di salah satu supermarket di daerah Jakarta Selatan. Seorang ibu sedang berbincang dengan rekannya yang sedang sama-sama belanja. Bukannya nguping namun ngga sengaja saya mendengar perbincangan mereka. "Jeng ini daun apa ya ko kayanya seger?," temanya menjawab, "Ngga tau mbakyu, aku ngga pernah masak pakai sayur itu." Karena penasaran, si ibu mendekati pelayan yang sedang jaga. Anehnya si penjaga sayuran juga tidak mengenal daun tersebut. Saya hanya tersenyum simpul, sambil berlalu meninggalkan mereka. Habis mau dikasih tau, takut dibilang "Masnya ko sok keminter, he..he...". Makanya aku kasih tau saja buat si ibu dan si mbakyu lewat blog.

Banyak sebutan untuk jenis sayuran yang satu ini, masarakat kita menyebutnya selada air atau kenci. Penduduk Thailand menyebutnya Phak kaat nam, sedangkan orang bule menyebutnya watercress. Sedangkan bahasal latin dari selada air adalah Nasturtium officinale.

Apalah arti sebuah nama, yang pasti, sayuran berwarna hijau segar mempunyai rasa yang segar dan teksturnya renyah, cocok dijadikan bahan campuran salad, asinan atau ditumis dengan seafood. Sayuran ini tidak cocok dimasak terlalu lama karena teksturnya sangat lembut dan warna menjadi kehitaman. Selada air kaya akan vitamin, mineral dan serat yang baik untuk kesehatan. Teks & Foto: Budi Sutomo

Buah Alkesa Mulai Langka


Alkesa

Salah satu jenis buah yang mulai susah dijumpai. Penulis menemukan buah ini di daerah Bogor dan Bandung. Alkesa (Lucumma nervosa) termasuk tanaman sawo-sawoan, tinggi batangnya bisa mencapai 10 meter dengan batang kulit yang mudah lepas.

Warna buah, jika sudah matang buah berwarna kuning. Kulitnya mudah terkelupas sehingga mudah rusak. Cita rasa buahnya mirip ubi jalar kuning, manis dan agak keset. Sayang buah yang berasal dari Amerika Selatan ini tidak dimanfaatkan maksimal. Padahal alkesah kaya akan kalori, zat tepung, vitamin dan mineral. Dilihat dari tekstur buahnya, alkesah cocok dijadikan bahan baku selai, dodol maupun dikeringkan menjadi tepung sebagai bahan cookies atau kue kering. Teks & Foto: Budi Sutomo

Mengenal Bumbu Dapur - Asam Kranji


Asam Kranji

Banyak e-mail yang menanyakan asam kranji, bentuk, fungsi dan kegunaannya. Mudah-mudahan, postingan berikut bisa menjawab rasa penasaran Anda.

Tidak tau kenapa, penulis selalu menemukan buah ini di daerah-daerah yang kental dengan nuansa Islami, seperti di Saudi Araba, Aceh dan terakhir saya menemukan asam kranji (Dialium indum) dijual di sekitar masjid kota lama Banten. Sedangkan di Saudi, asam kranji banyak dijajakan oleh orang kulit hitam di Mekah maupun Jeddah.

Buah asam ini banyak digunakan sebagai pengasam makanan di daerah Kalimantan. Di Jakarta, asam ini dulu sering dijajakan di sekolah-sekolah sebagai jajanan anak. Bentuk buahnya sebesar kelereng, warna kulitnya jika sudah diperam berwarna kehitaman dengan daging buah kecoklatan. Rasanya asam namun tidak seasam asam jawa.Teks & Foto: Budi Sutomo