Variasi Olahan Ayam


Variasi olahan ayam ini bisa menjadi variasi baru menu harian keluarga Anda. Kombinasi daging ayam yang lezat terasa semakin nikmat dipadu dengan bumbu tomat dan rempah-rempah. Mirip rica-rica ayam, namun tidak terlalu pedas. Cocok disajikan untuk seluruh anggota keluarga. Selamat Mencoba

Resep/Dapur Uji/Food Stylist/Foto: Budi Sutomo

Ayam Masak Tomat
Bahan:
500 g daging ayam, potong-potong
250 g tomat, rebus, haluskan, saring
1 sdm saus tomat
40 g bawang Bombay cincang
3 siung bawang putih, haluskan
1 sdt saus sambal
¼ sdt lada halus
1 sdt garam halus
5 sdm minyak goreng
Cara Membuat:
1. Goreng potongan ayam hingga kuning kecokelatan. Angkat, tiriskan.
2. Panaskan 5 sdm minyak goreng, tumis bawang Bombay dan bawang putih hingga harum. Masukkan potongan ayam, aduk rata.
3. Tuang tomat yang sudah dihaluskan, saus tomat, saus sambal, lada dan garam. Masak sambil sesekali diaduk hingga bumbu meresap. Angkat. Hidangkan hangat.
Untuk 4 Porsi

Tip:
Tomat merah bisa diganti dengan tomat hijau. Jika Anda suka bereksperimen, tomat bisa diganti dengan parutan nanas dan potongan cabe merah.

Mengenal Bumbu Dapur Eropa - Rosemary

Continental
Herbs
Rempah ini memang popular di Benua Eropa. Bumbu daun yang memiliki nama latin Rosmarinus officinalis ini mempunyai aroma wangi yang khas. Banyak digunakan sebagai bumbu hidangan bakar/panggang/BBQ.
Aroma yang tajam dari bumbu ini menjadikan rosemary hanya digunakan beberapa lembar saja di setiap masakan. Aroma prengus daging kambing panggang atau amis ikan akan berkurang jika Anda menambahkan bumbu ini. Ayam/bebek panggang dan kentang panggang juga akan lebih nikmat jika diberi taburan rosemary. Bisa digunakan dalam bentuk serbuk kering maupun segar. Tanaman ini sudah banyak dibudidayakan di dataran tinggi puncak maupun Bogor. Di Jakarta bisa diperoleh di supermarket terkemuka seperti kem chick kemang atau ranch market.
Teks & Foto: Budi Sutomo

Resep Cookies Semangka, bentuk dan rasa sama manisnya


Watermelon
Cookies


Bentuknya cantik menyerupai buah semangka. Perlu sedikit ketelatenan untuk mebuat kue ini. Namun Anda pasti akan bangga melihat hasilnya, karena kue mungil ini pasti disukai seluruh anggota keluarga. Selamat mencoba.

Resep/Footo/Dapur Uji/Food Stylist: Budi Sutomo

Bahan:
700 g tepung terigu rendah protein/capkunci
475 g margarin/mentega
300 g gula halus
4 butir kuning telur
1 sdm biji wijen hitam
1 sdt garam halus
1/2 sdt pasta vanilla/vanilla bubuk
pewarna merah secukupnya
pewarna kuning secukupnya
pewarna hijau secukupnya

Cara Membuat:
1. Aduk margarin dengan kuning telur, gula halus, garam dan pasta vanili, aduk rata.
2. Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil terus diaduk dengan spatula plastik.
3. Bagi adonan menjadi tiga bagian. Masing- masing tambahkan pewarna kuning, hijau dan merah, aduk rata. Tambahkan biji wijen hitam pada bagian adonan berwarna merah, aduk kembali.
4. Giling adonan hijau dan kuning setebal 1/4 cm. Tumpuk adonan kuning di atas adonan hijau, beri tengahnya dengan adonan merah. Gulung dan padatkan. Diamkan adonan di dalam kulkas selama 10 menit.
5. Keluarkan adonan, potong-potong setebal 1/2 cm dan belah menjadi dua sehingga seperti belahan semangka.
6. Atur potongan adonan di dalam loyang beroles margarin. Panggang di dalam oven bertemperatur 140 derajat celcius selama 20 menit atau hingga kue matang. Angkat, dinginkan. kemas di dalam stoples kedap udara.

Untuk 1500 g

Resep Kue Kering: Kastengels Rasa Ayam




Kue kering yang satu ini selalu ada di setiap hari istimewa, seperti Natal atau Lebaran. Rasanya yang asin menjadikan kastengels tidak membosankan. Untuk variasi, tambahkan bubuk kaldu ayam instan, kastengels Anda pasti akan lebih istimewa. Selamat Mencoba.

Resep/Foto/Dapur Uji/Food Stylist: Budi Sutomo

Kastengels

Rasa Ayam

Bahan:
225 g tepung terigu cap kunci
25 g tepung maizena
175 g mentega/margarin
½ sdt bubuk kaldu instan rasa ayam
2 butir kuning telur
100 g keju cheddar/edam, parut
½ sdt garam halus
2 butir kuning telur untuk olesan

Cara Membuat:
1.
Campur tepung terigu, tepung maizena, bubuk kaldu instan, garam dan keju parut. Aduk rata.

2. Masukkan mentega/margarin ke dalam campuran tepung. Aduk dengan pisau atau garpu hingga tebentuk adonan yang berbutir-butir.
3. Tekan-tekan adonan dengan sendok kayu/tangan sebentar hingga terbentuk adonan yang dapat dipulung/digiling.
4. Giling adonan setebal ½ cm. Cetak adonan dengan cetakan kastengels atau di pulung dengan tangan hingga terbentuk adonan menyerupai batang pinsil. Potong-potong.
5. Olesi pemukaan adonan dengan kuning telur. Taburi keju parut di atasnya. Panggang di dalam oven bertemperatur 160 derajat celcius selama 30 menit atau hingga kue matang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat, dinginkan. Simpan di dalam stoples kedap udara.
Untuk 400 g

Tip:
Jangan menguleni adonan dengan tangan terlalu lama. Panas tangan akan menyebabkan lemak mencair dan kue kering menjadi tidak renyah/bantat.

Resep Kue Pastel Sehat




Hampir semua orang pernah menikmati lezatnya kue pastel. Namun pastel berkulit renyah dengan isi sayuran yang menyehatkan belum pernah Anda coba bukan? Berikut resep pastel isi sayuran yang lezat, kaya serat dan vitamin. Selamat mencoba.

Resep/Dapur Uji/Food Stylist/Foto: Budi Sutomo

Pastel Isi Sayuran

Bahan Kulit:
250 gr tepung terigu
1 butir telur, kocok lepas
40 gr margarin
60 ml air
½ sdt garam halus
minyak untuk menggoreng
Bahan Isi:
200 gr daging ayam, cincang kasar
60 gr wortel, potong dadu kecil
60 g kacang polong
1 batang daun bawang, iris halus
3 sdm kecap manis
3 siung bawang putih, haluskan
3 siung bawang merah, haluskan
½ sdt garam halus
½ sdt lada halus
3 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat:
1. Isi: panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Masukkan daging ayam, masak hingga berubah warna. Tambahkan wortel, kacang polong, daun bawang dan bumbu lainnya. Masak sambil diaduk hingga semua bahan matang. Angkat, dinginkan.
2. Kulit: Campur tepung terigu, telur, margarin dan garam. Aduk rata. Tambahkan air, uleni sebentar hingga terbentuk adonan yang bisa digiling.
3. Giling adonan hingga ketebalan ¼ cm dengan diameter 10 cm. Ambil satu lembar kulit yang telah dibentuk. Masukkan satu sendok makan bahan isi. Lipat dan wiru pada bagian tepinya. Lakukan hingga adonan habis.
4. Panaskan minyak, goreng pastel dengan api sedang hingga matang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat, sajikan hangat.
Untuk ± 15 buah

Tip:
Air untuk adonan kulit bisa diganti dengan air es agar kulit lebih renyah. Isi bisa diganti sesuai selera.

Jangan mengaduk/menguleni adonan dengan tangan terlalu lama karena margarin akan mencair dan kulit pastel menjadi tidak renyah
.




Budi Boga di Majalah Selera




Rubrik Baru
Majalah Selera

HOBI, BISNIS & KARIR

Majalah Selera merupakan majalah kuliner pertama di Indonesia. Di dalam perkembanganya, majalah ini selalu melakukan perbaikan dan perubahan. Seperti dipertengahan tahun 2007 ini tepatnya pada edisi Juni 2007. Majalah Selera tampil cantik dan elegan dengan latar cover warna hitam dengan huruf keemasan. Terlihat elegan dan berkelas.

Selain mengangkat tema citarasa hidangan pulau dewata, banyak artikel menarik untuk menambah pengetahuan kuliner Anda. Seperti belajar membuat aneka topping donat, memasak dengan si buah hati, mencicipi hidangan Filipina, mencoba wine asli Indonesia, membuat puding bubble serta tip mencegah diabetes sejak dini.


Selain beragam artikel tersebut, Selera edisi Juni 2007 juga mengetengahkan rubrik baru, yaitu Rubrik Hobi, Bisnis & Karir. Rubrik ini memberikan sentuhan baru bagi



pembaca setia majalah Selera. Isinya seputar kisah sukses, peluang usaha serta hobi yang menghasilkan keuntungan di seputar dunia kuliner. Rubrik ini sangat bagus, bisa memberikan inspirasi bagi para pembaca untuk berwirausaha boga. Istimewa lagi, karena pada edisi perdana rubrik ini, Budi Boga dan pakar gizi, Dra. Emma S Wirakusumah, M.Sc. Diberikan kesempatan untuk tampil mengisi rubrik baru ini. Tentu sayamengucapkan terimakasih kepada Majalah Selera, Wartawan Selera, saudara Asih Ratnasih dan Fotografer selera, Dwi NH atas kepercayaannya.










Anda Berminat Berlangganan? hubungi alamat berikut:

Jakarta:
Jl. Kebayoran Lama No 12. Jakarta Selatan.
Phone: 021- 53699559.
fax: 021-5349205

Surabaya:
Jl. Ahmad Yani No 88. Surabaya
Phone: 031-8202284
Fax: 031-8284185

Pola Makan Sehat


Banyak penyakit berat bersumber dari makanan atau pola makan yang salah. Seperti hipertensi, asam urat, ginjal, kolestrerol bahkan kanker. Makanan memang erat kaitannya dengan kondisi kesehatan. Terbukti sejak jaman Nabi pun makanan sudah diatur, seperti makanan halal, haram, menyehatkan, memabukkan bahkan bisa menjadi sumber beragam penyakit. "Makanlah selagi lapar, jangan makan berlebihan, hentikan sebelum merasa kenyang," demikian kurang lebihnya petikan sebuah Hadis Nabi.

Untuk mendapatkan tubuh bugar dan sehat sebenarnya mudah, hidup teratur, cukup istirahat, rutin berolahraga, hindari stres dan pola makan yang sehat.

Pola makan yang sehat itu seperti apa sih? tentu yang mengandung semua unsur gizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh, baik protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air. Sumbernya harus dipilih yang sealami mungkin. Berikut beberapa tip pola makan untuk hidup lebih sehat.

Pola Makan
Untuk Hidup Sehat


1. Sebisa mungkin hindari makanan dengan kandungan lemak (minyak, mentega, margarin, santan) yang tinggi. Kecuali Anda ingin badan menjadi melar dan lemak menggelambir di mana-mana. Sebenarnya dengan pola menu seimbang, asupan lemak sudah tercukupi lewat lemak alami yang terdapat di dalam kacang-kacangan atau biji-bijian.


2. Hindari bahan pangan atau makanan yang berpengawet. Jika terpaksa membeli bahan pangan di dalam kemasan, pilih bahan pangan yang mencantumkan dengan jelas "TANPA PENGAWET" Ini penting karena perut Anda bukan lumbung awetan. Jangka panjangnya, zat ini bisa menjadi pemicu kanker.


3. Pilih makanan atau minuman yang berwarna putih alami. Banyak orang, terutama anak-anak, selalu memilih makanan yang berwarna karena lebih menarik. Namun setelah Anda membaca tulisan ini, tinggalkan kebiasaan Anda menimbun zat aditive di dalam tubuh. Pilih makanan atau minuman yang tanpa pewarna alias berwarna putih. Kecuali warna alami dari bahan makanan tersebut, seperti cokelat dari bubuk cokelat, merahnya stroberi dll. Seperti membeli bahan puding misalnya, pilih yang putih, kerupuk juga pilih yang tanpa pewarna. Dengan demikian Anda terhindar dari kemungkinan risiko kanker karena dari pewarna tersebut.


4. Jangan menambahkan saus, kecap, garam dan bumbu-bumbu penyedap secara berlebihan. Jika memungkinkan hindari bahan pangan ini. Karena senyawa monosodium glutamat yang terdapat di dalam bumbu penyedap hanya memanjakan lidah Anda namun tidak untuk kesehatan.


5. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran. Vitamin, mineral, air, zat fitonutrien, antioksidan dan serat di dalam bahan pangan ini sungguh anugerah yang luar biasa. Selain badan menjadi sehat dan bugar, andapun terbebas dari risiko beragam penyakit seperti kanker karena kebanyakan buah dan dan sayuran mengandung serat yang dapat mengikat zat karsinogen penyebab kanker saluran pencernaan. Hindari durian dan emping karena mengandung gas dan tingi lemak, sedangkan emping mengandung purin pencetus asam urat. Cuci bersih sayuran dan buah sebelum di makan untuk mengindari kontaminasi bakteri dan residu pestisida.


6. Lupakan jeroan, otak, makanan berkuah santan kental, kulit ayam dan kuning telur. Bahan pangan ini merupakan sumber lemak penyebab obesitas dan ganguan kardiovaskular. Pilih daging tanpa lemak, makanan berkuah bening, susu rendah lemak, susu kedelai, yogurt, putih telur, dan ikan sebagai sumber protein yang baik.

7. Teknik pengolahan makanan juga mempengaruhi mutu makanan. Pilih makanan dengan metode memasak di kukus, di rebus atau di tumis dengan sedikit minyak. Metode menggoreng, memanggang dan di bakar kurang disarankan, selain mengandung banyak lemak, metode memasak ini juga merusak nilai gizi makanan karena panas tinggi. Apalagi makanan dibakar seperti satai misalnya, makanan yang gosong karena dibakar dapat memicu timbulnya kanker.

8. Perbanyak minum air putih, minimal 8 gelas sehari, hindari minuman beralkohol, bersoda dan minuman dengan kandungan gula dan kafein tinggi. Jus sayuran dan buah juga baik untuk menjaga dan memelihara kesehatan tubuh.


Selamat Menjalani Hidup Sehat