JAM JELLY DAN MARMALADE, Sama manisnya beda teksturnya



JAM, JELLY & MARMALADE
Penulis: Budi Sutomo

Alam kita sangat kaya akan hasil pertanian, termasuk buah. Jika panen raya tiba hasilnya pasti sangat melimpah. Terkadang Anda pun tidak habis mengkonsumsinya dalam kondisi segar. Cobalah mengolahnya menjadi Jam, Jelly atau Marmalade. Selain lezat untuk penyerta makan roti, hasil olahan buah ini juga dapat disimpan lama. Atau mungkin Anda berniat untuk menjualnya? Simak ulasan berikut. Beragam produk olahan buah banyak dijumpai dipasaran, mulai dari selai, keripik buah, jam, jelly hingga marmalade. Bahannya pun beragam mulai dari jambu biji hingga hingga blueberries. Anda pun pasti menyukainya karena cita rasanya yang manis dengan keharuman buah-buahan sangat cocok untuk penyerta roti, campuran cake, ice cream atau isi kue kering. Jika ada waktu senggang kenapa tidak mencoba membuat sendiri?! Jam Jam atau biasa disebut dengan selai adalah produk awetan yang terbuat dari daging buah (45%) yang dihaluskan, gula pasir (35%), dan ¼ sdt asam sitrat. Semua bahan dicampur dan direbus hingga teksturnya mengental. Hampir semua buah bisa dijadikan selai. Hanya saja perlu diperhatikan kandungan gula dan pektinnya. Semakin manis buah berarti penambahan gula bisa dikurangi sesuai dengan tingkat kemanisan buah. Untuk buah yang pectin tinggi seperti jeruk, stroberi dan anggur, tidak diperlukan penambahan bahan pengental seperti gelatin. Sedangkan untuk buah yang pektinnya rendah namun airnya tinggi (melon, ceri,semangka dll), perlu ditambah bahan pengental agar tekstur selai yang dihasilkan lebih baik. Aroma pada buah sangat mudah menguap selama proses perebusan. Agar aroma buah lebih nyata, tambahkan beberapa tetes esens buah-buahan sesaat sebelum selai diangkat dari perapian. Jangan lupa tambahkan asam sorbat untuk menghambat pertumbuhan khamir, kapang dan bakteri agar selai yang dihasilkan lebih tahan lama. Marmalade Komposisi bahan dan proses pembuatan marmalade hampir sama dengan jam. Hanya pemilihan buah biasanya menggunakan keluarga citrus seperti jeruk lemon, jeruk nipis, mandarin dll. Satu hal lagi yang membedakan adalah, marmalade selalu menambahkan potongan buah, kulit buah (biasanya jeruk) di dalamnya. Tekstur marmalade juga tidak sepekat jam karena buah yang digunakan (jeruk) tidak mengandung banyak ampas/pati. Dalam membuat jam, penggunaan air biasanya lebih banyak (1:3) karena perlu waktu untuk memperoleh tekstur kulit buah yang empuk. Jelly Berbeda dengan jam dan marmalade yang terbuat dari daging buah yang dihaluskan, jelly terbuat dari sarinya buah-buahan. Bentuknya pun berbeda, jelly lebih padat, bening dan transparan. Hal yang perlu diperhatikan jika Anda membuat jelly adalah kandungan pectin dalam buah. Semakin tinggi kandungan pectin, jelly yang dihasilkan akan semakin baik. Proses pembuatan jelly berbeda dengan jam. Prosesnya, buah dihaluskan, kemudian dicampur air dengan perbandingan 1:2. tambahkan gula (1% dari berat sari buah) dan ¼ sendok the asam sitrat. Setelah diorebus  30 menit kemudian di saring dengan kain kasa. Panaskan kembali sari buah hingga tekstur jelly terbentuk. Selagi panas, masukkan dalam botol yang sudah disterilisasi, tutup rapat dan dinginkan. Kini Anda mempunyai jelly yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama dan siap digunakan kapan saja. Budi Sutomo Tabel Kandungan Pectin Dalam Buah Untuk menghasilkan jam, jelly dan marmalade yang maksimal diperlukan buah dengan kadar pectin tinggi. Berikut tabel kandungan pectin dalam buah-buahan: Tinggi Sedang Rendah Jeruk Apel manis Jambu biji Apel Malang Nanas Melon Stroberi Pear Pisang Anggur Blackberries Cherry leci Apricot Semangka

MENGENAL LEBIH DEKAT KELUARGA BAWANG-BAWANGAN



MENGENAL KELUARGA BAWANG Penulis: Budi Sutomo

Bawang sudah digunakan manusia sejak berabad-abad yang lalu. Dulunya bawang lebih dikenal sebagai tanaman obat karena manfaatnya yang luar biasa. Penelitian ilmiah membuktikan, bawang dapat mencegah kanker, antiseptik, antikoagulan dan menurunkan kadar kolesterol. Kini bawang lebih popular sebagai bumbu dapur, aromanya yang khas menjadikan masakan lebih harum dan lezat. Agar tak salah pilih menggunakan bawang, simak jenis dan kegunaan dari keluarga bawang.

Bawang Putih/Garlic (Allium sativum)
Salah satu bumbu dapur paling banyak digunakan. Aromanya yang harum khas bawang cocok digunakan dalam berbagai masakan. Di pasaran dijual bawang putih dalam kondisi segar dan serbuk.Untuk citarasa maksimal, guakan dengan cara dicincang, dimemarkan atau dihaluskan.

Bawang Merah/Shallot (Allium ascalonicum)
Bumbu utama di dapur Asia. Penggunaanya dengan cara di haluskan atau diiris tipis. Bawang merah juga kerap dimakan mentah sebagai acar atau digoreng sebagai pelengkap masakan.

Bawang Bombay/onion (Allium Cepa L) Aneka jenis bawang Bombay beredar di pasaran, mulai dari yang berwarna putih, kuning atau merah. Bawang ini mempunyai cita rasa lebih ringan dibandingkan bawang merah. Cocok digunakan dalam beragam jenis masakan, mulai dari ayam, ikan hingga daging.

Bunga Bawang (Allium Tuberosum)
Bentuknya yang cantik menjadikan bunga bawang sering digunakan sebagai garnis. Untuk masakan, pilih bagian bunga yang baru kuncup agar tekstur renyah dan rasa prima. Sering digunakan sebagai campuran tumisan daging/sea food.

Daun Bawang /spring onion(Allium Fistulosum L)
Menurut literature bawang daun berasal dari Cina. Daun bawang banyak dipakai untuk memberikan aroma pada masakan soup, soto, tumisan atau masakan lainya. Untuk sop, gunakan bagian batangnya yang putih agar kaldu tidak keruh.

Batang bawang/leek (A. ampeloprasum var. porrium)
Tampilannya hampir sama dengan daun bawang namun dengan bentuk fisik lebih besar. Bawang ini biasanya digunakan bagian batangnya sebagai bumbu soup/kaldu. Aroma leek lebih lembut dibandingkan daun bawang, cocok sebagai campuran salad atau tumisan.

Bawang Batak/Lokio (Allium Chinense G.Don)
Bawang ini diyakini berasal dari daratan Cina. Lokio biasanya dipakai bagian umbinya yang beraroma harum namun tidak terlalu menyengat. Cocok dimakan mentah sebagai campuran asinan, diolah dengan seafood atau campuran aneka tumisan.

Bawang Laki/lanang
Rasa,aroma dan penampilanya mirip bawang putih namun lebih kecil dan tidak bersiung. Enak dijadikan acar/pickle. Kuliner Cina dan Sumatra menggunakannya pada hidangan unggas, ikan atau udang untuk mengurangi aroma amis. Bawang laki bisa menggantikan fungsi bawang putih dalam masakan.

Bawang cung/Chive(Allium schoenoprasum L)
Orang sering keliru membedakan chive dengan kucai. Chive mirip daun bawang namun lebih kecil sedangkan kucai berbentuk pipih dan tidak berongga seperti chive. Daun bawang popular di dapur Jawa Timur sebagai taburan pada rawon. Tumisan dan olahan daging pun akan lebih lezat jika menambahkan daun ini ke dalamnya. Budi Sutomo

Vanilla, Jenis dan Kegunaanya


AROMATIC VANILLA

Penulis: Budi Sutomo

Selain sebagai pengharum, kue, minuman, pudding dan es krim, vanilli juga mempunyai fungsi aphrodisiac. Aromanya yang harum semerbak bermanfaat sebagai aroma terapi penyegar tubuh.

Vanilli (Vanilla planifolia Andrews) di duga berasal dari Meksiko. Tanaman sejenis anggrek ini mempunyai buah yang harum semerbak. Buah vanilli sudah digunakan sebagai penyegar minuman sejak abad 17. Kini vanilli diolah menjadi bentuk dan kegunaanya yang beragam. Agar tidak salah pilih, simak ulasan berikut.

Buah vanilli Kering
Dipasaran dijual panili dalam bentuk utuh dengan warna kehitaman. Buah ini telah diperam 6 bulan sehingga menghasilkan Selain sebagai garnis aneka dessert, panili kering ini bia juga digunakan sebagai pengharum makanan dan minuman. Caranya, keruk bagian isinya yang berwarna kehitaman, larutkan dalam saus atau campurkan dalam adonan cake, pudding atau es krim. Meletakan potongan panili dalam gula pasir atau sirup gula dan gulapun akan membuat gula harum semerbak.

Vanilla Essence

Vanilla essence dibuat dari buah vanilli yang dilarutkan dengan alcohol. Hasilnya cairan bening atau kecoklatan dengan aroma khas vanilli. Penggunaanya bisa untuk mengharumkan aneka jenis dessert. Campurkan sesaat sebelum adonan di angkat karena essence menggunakan alcohol sebagai media pelarut dan mudah menguap.

Vanilla Extract

Aromanya lebih kuat dua kali lebih kuat dibandingkan vanilla essence. Warnanya lebih pekat dan penggunaanya ½ dari ukuran vanilla essence. Biasanya digunakan untuk dessert yang di panggang karena mengandung sedikit alcohol dan tahan temperatur tinggi.

Concentrated Vanilla Extract

Jenis ini memiliki rasa vanilla yang paling kuat. Beberapa ekstrak vanillia biasanya dicampur dengan sirup gula atau gliserin untuk membuat konsistensi yang pekat. Gunakan beberapa tetes saja dalam adonan dessert dan aroma sudah cukup tajam. Tutup segera botol setelah digunakan agar aroma tidak menguap.

Vanilla Kristal

Dibuat dari biji vanilli yang di ekstrak dan di campur gula kemudian di keringkan. Gunakan ½ hingga 1 sendok teh ke dalam campuran bahan. Aromanya sangat tajam dan terasa pahit jika terlalu banyak. Vanilla kristal harus disimpan dalam tempat yang sejuk, kering dan tertutup rapat karena mudah lembab/menggumpal.

Vanilla Pasta

Dari sekian jenis di atas, vanilla pasta mempunyai aroma paling ringan karena sudah di campur dengan bahan pengental. Biasanya digunakan untuk puding, minuman atau custard. Tambahkan vanilla pasta seperlunya sesaat sebelum adonan di angkat agar aroma vanilla tidak menguap dan rasa tidak pahit. (Budi Sutomo)

MENGENAL KEJU DAN MANFAAT BAGI KESEHATAN


KEJU
SI LEZAT YANG KAYA NUTRISI Penulis: Budi Sutomo

Keju memang bukan makanan yang berasal dari negeri kita, namun dalam kehidupan sehari-hari sebagian masyarakat sudah sangat akrab bahkan mungkin menjadi sajian wajib menu harian. Walaupun harganya relatif mahal, para penikmat keju akan selalu “kangen” alias ketagihan. Godaan rasanya yang gurih dengan aroma khas menjadikan keju selalu dicari penggemarnya, belum lagi kandungan nutrisinya, mulai dari protein, vitamin, kalsium, zat besi, kalori dan lemak, disinilah gudangnya. Apapun alasannya, mari mengenal aneka keju lebih dekat dan buktikan sendiri kelezatan cita rasanya.

Sejarah Keju
Keju sudah ditemukan ribuan tahun yang lalu. Kala itu seorang pengembala sapi menyimpan susu hasil perahannya di dalam kantung terbuat dari kulit kambing. Beberapa hari kemudian seorang musafir menemukan kantung tersebut yang tertinggal di dalam gua, karena terdorong rasa lapar pria itu memakannya. Tidak di sangka susu yang sudah berubah bentuk menjadi gumpalan itu ternyata sangat lezat rasanya. Setelah di teliti, ternyata susu terfermentasi oleh mikroorganisme tertentu yang terdapat pada kantung kulit itu. Dari sinilah cikal bakal keju berasal.
Pada awal abad ke 20, keju mulai diproduksi secara komersial. Dan saat ini, industri keju berkembang begitu cepat, jenisnnya sekarang sudah mencapai ratusan dan teksturnya juga semakin beragam.

Proseses Pembuatan
Pada prinsipnya keju dibuat melalui melalui tiga tahap:
Koagulasi. Setelah susu segar di panaskan (pasteurisasi), kemudian subtansi yang bersifat asam atau kultur bakteri tertentu ditambahkan. Tujuan dari prosese ini supaya laktosa dirubah menjadi asam laktat (acid coagulation) sehingga terbentuk endapan/gumpalan menyerupai tahu.
Pembentukan dan Penggaraman. Tahu susu (curd) yang terbentuk selama proses koagulasi kemudian di padatkan di dalam cetakan sesuai keinginan. Tahap selanjutnya adalah penggaraman. Caranya dengan mencelupkan tahu susu ke dalam larutan yang mengandung garam 250-350 gr per liter air. Tujuan dari penggaraman ini supaya mempercepat proses pengeringan, memberikan rasa, aroma juga berfungsi sebagai pengawet karena garam memperlambat proses proliferasi mikroorganisme.
Pemeraman/Fermentasi. Proses pematangan keju dilakukan sebaiknya di lakukan di dalam ruangan kering dengan kisaran temperatur antara 0oC – 32oC. Lama proses pematangan tergantung dari jenis keju yang diinginkan. Untuk keju lunak(soft cheese) memerlukan waktu fermentasi sekitar 4 minggu, namun untuk keju keras (hard cheese) memerlukan waktu 2 – 3 tahun. Selama proses fermentasi inilah komponen citarasa dan tekstur dari keju terbentuk.

Cara Penyajian

Setiap negara memiliki tradisi yang berlainan di dalam menyajikan keju. Di Italia keju di sajikan sebagai hidangan pembuka, negara Prancis menyajikan setelah hidangan utama, sedangkan Inggris dan Amerika keju lebih sering di hidangkan setelah hidangan penutup. Sedangkan di Indonesia tidak mengenal aturan di dalam menyajikan keju. Anda sah-sah saja menyantap keju pada saat hidangan pembuka, utama maupun penutup. Lain halnya jika Anda menyantap keju dengan wine sebagai minuman penyerta. Red wine hanya cocok disantap dengan cammembert dan emmenthal. Hanya white wine yang cocok di padukan dengan semua jenis keju, namun yang pasti semakin tua keju maka wine penyerta juga semakin lama masa fermentasinya.

Aneka Jenis Keju

Berdasarkan bahan dasarnya, keju dapat dibuat dari susu sapi, kerbau, domba dan kambing. Sedangkan dari teksturnya keju digolongkan menjadi dua jenis, yaitu keju muda/lunak (soft cheese) dengan kadar air 36 – 40% dan keju tua/keras (hard cheese) berkadar air 25 – 36%.
Camembert. Keju lunak dari Perancis ini pertama kali di buat pada abad ke-18 di desa Normandia. Comembert terbuat dari susu sapi, teksturnya sangat lembut dengan warna creamy yellow. Keju ini mengandung lemak antara 45% - 50%. Selain enak digado atau sebagai table cheese, juga cocok untuk campuran omelette, isi souffle, pancake atau apple pie.
Ricotta. Keju Ricotta berasal dari Italia. Keju lunak dari susu sapi ini teksturnya sangat rapuh. Kandungan lemaknya termasuk tinggi, mencapai 65 %. kombinasi rasa yang gurih dan lezat dengan aroma harum menjadikan terasa pas dipadukan dengan aneka masakan pasta Italia seperti Lasagna dan Spaghetti.
Brie. Brie termasuk kategori soft cheese dari Preancis. Ciri khas keju ini adalah kulit luarnya berwarna putih dan bagian dalamnya lembut meleleh. Aromanya tajam dan kandungan lemaknya tinggi (45%). Brie sangat cocok dipakai sebagai bahan campuran salad, dimakan dengan buah olive maupun pickle.
Cream Cheese. Di pasaran kita dapat menemukan dua macam cream cheese, double cream cheese adalah pilihan pertama dengan kandungan lemak 65% dan cream cheese(45% lemak) pilihan lainnya. Berbeda dengan jenis keju lainya, cream cheese memiliki rasa yang sedikit asam. Umumnya keju ini digunakan pada hidangan penutup, misalnya chesse cake, sebagai isi pie, atau dimakan bersama potongan buah-buahan.
Mozzarella. Mozzarella adalah keju Italia yang aslinya berasal dari susu kerbau liar. Keju lunak dengan kandungan lemak antara 40 – 50% ini sangat sepesifik sifatnya. Mozzarella akan meleleh ketika dipanggang, sangat cocok untuk topping pizza maupun campuran fritata.
Edam. Salah satu keju asal Belanda yang popular. Teksturnya keras dengan aroma mirip kacang. Kandungan lemak keju ini sekitar 40%. Yang membedakan dengan keju lain adalah kemasannya yang selalu terbungkus lapisan sejenis lilin berwarna merah. Edam sangat cocok untuk campuran kue kering seperti aneka cookies atau taburan pada hidangan panggang.
Parmesan. Salah satu jenis keju keras dari kota Parma, Italia. Pada umumnya berbentuk silinder dengan warna kuning muda. Teksturnya keras, cocok untuk keju parut. Aroma Parmesan cukup tajam karena proses pemeraman yang cukup lama, antara 14 bulan sampai 4 tahun. Keju ini sangat cocok untuk taburan pizza, soup maupun olahan aneka pasta. Kandungan lemak keju sekitar 61%.
Cheddar. Salah satu jenis keju asal Inggris yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Rasanya yang lezat dengan aroma tidak terlalu tajam menjadikan cheddar cocok digunakan untuk masakan apa saja. Sajian casseroles, soup, isi sandwich dan salad terasa lebih lezat dengan penambahan keju ini. Cheddar mengandung lemak 48% dengan masa pemeraman 9-24 bulan.
Emmenthal. Asal dari keju ini berasal dari Swiss, salah satu keju keras yang cukup populer. Emmenthal memiliki karakteristik berbeda dengan keju-keju lainya, bentuknya unik karena jika dipotong akan terlihat lubang-lubang yang terbentuk selama proses fermentasi. Keju ini banyak disuka karena cita rasanya lembut dan aromanya yang kaya. Emmenthal cocok dihidangkan sebagai keju meja dengan disertai segelas anggur.

Nilai Gizi Keju

Apapun jenisnya, keju pasti berbahan dasar susu segar. Tahap pemadatan dan fermentasi selama proses pembuatan semakin meningkatkan nilai gizi keju. Kandungan protein misalnya, keju lebih tinggi jika dibandingkan susu segar. 100 gr keju rata-rata mengandung 22.8 gr protein, sedangkan susu segar hanya 3.2 per 100 gr. Begitu juga dengan kandungan kalsium, keju mengandung 777 mg dan susu segar hanya sekitar 143 mg setiap 100 gr berat bahan.
Selain kandungan nutrisi di atas, keju juga tinggi karbohidrat, lemak, zat besi, lemak dan fosfor. Dengan mengkonsumsi 100 gr keju, kebutuhan kalsium anda tersuplai 20 – 25% dari kebutuhan kalsium sehari. Dari beberapa hasil penelitian mengkonsumsi keju dapat mengurangi gejala sindrom pra menstruasi dan memperkuat tulang. Kandungan beragam mineral yang tinggi pada keju sangat baik untuk melindungi gigi dari karies, ini dikarenakan unsur tadi dapat memperkuat mineralisasi email pada gigi.
Walaupun banyak manfaatnya bagi kesehatan, bagi penderita laktosa intoleran, keju pantang dikonsumsi. Gula susu (laktosa) yang terkandung dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh. Kandungan garam dan lemak pada keju juga cukup tinggi, karenanya disarankan bagi penderita ginjal, jantung, kantung empedu dan penyakit hati sebaiknya membatasi jumlah konsumsi keju. Namun bagi Anda yang terbebas dari penyakit-penyakit di atas, nikmati kelezatan keju dan raih manfaatnya. Budi Sutomo.

PERNAH GAGAL MEMBUAT KUE KERING? BACA SOLUSINYA DISINI



KIAT SUKSES MEMBUAT KUE KERING
Penulis: Budi Sutomo

Membuat kue kering atau cookies memang gampang-gampang susah. Terkadang bentuknya sudah bagus tetapi teksturnya kasar dan tidak rapuh. Atau rasanya sudah pas tetapi pori-porinya kasar dan warnanya kurang menarik.

Untuk mendapatkan hasil kue kering yang maksimal, kita perlu mengenal jenis adonan dan proses penyelesaian akhir agar terhindar dari kegagalan. Ada beberapa jenis kue kering ditinjau dari proses penyelesaian adonan, diantaranya kue kering potong (Bar cookies), kue kering yang dibentuk dengan sendok (drop cookies), didinginkan terlebih dahulu baru dipotong-potong (refrigerated cookies), kue kering cetak (molded cookies), kue kering yang disemprotkan (pressed cookies) dan terakhir kue kering yang digulung (roll cookies).
Diantara jenis kue di atas, kue kering cetak (molded cookies) yang paling banyak di buat, ini karena adonan di buat dengan teknik adonan pasir (sugar dough), teknik ini sangat mudah dibuat dan penyelesaianya gampang, tinggal di giling kemudian di cetak. Bahan dasar untuk membuat kue kering seperti lemak, tepung, gula, telur dan bahan-bahan yang lain juga perlu diperhatikan. Masing-masing bahan tersebut mempunyai fungsi dan kegunaan yang berbeda dan ini perlu di ketahui sebelum membuat kue kering, tentunya agar hasil kue maksimal.

Bahan Dasar
Tepung : Gunakan tepung terigu jenis soft wheat yang rendah protein. Cap Kunci adalah salah satu merek dagang yang kita kenal. Terigu lunak ini biasanya berkadar protein 8-10% dan abu (ash) kurang dari 0,4%. Warna tepung ini sedikit gelap, jika menggunakan tepung terigu jenis ini akan menghasilkan kue yang rapuh dan kering merata.

Gula:
Untuk kue kering sebaiknya menggunakan gula halus. Jenis gula ini akan menghasilkan kue berpori-pori kecil dan halus.. di dalam adonan gula berfungsi sebagai pemberi rasa, dan berperan juga dalam menentukan penyebaran dan struktur rekahan kue. Untuk kue kering, sebaiknya menggunakan gula halus karena mudah di campur dengan bahan-bahan lain dan menghasilkan tekstur kue dengan pori-pori kecil dan halus. Sebaliknya tekstur pori-pori yang besar dan kasar akan terbentuk jika menggunakan gula pasir. Gunakan gula sesuai ketentuan resep, pemakaian gula yang berlebih menjadikan kue cepat menjadi browning akibat dari reaksi karamelisasi. Dampak yang lain kue akan melebar sewaktu di panggang .

Lemak :
Untuk membuat kue kering anda dapat menggunakan tiga jenis lemak . mentega/lemak hewani, margarin/lemak nabati dan shortening/pastry margarin. Gunakan lemak sebanyak 65 – 75 % dari jumlah tepung. Prosentase ini akan menghasilkan kue yang rapuh, kering, gurih dan warna kue kuning mengkilat. Untuk hasil rasa yang baik, pergunakan mentega 80% dan margarin 20%, perbandingan ini akan menghasilkan rasa kue yang gurih dan lezat. Jangan menggunakan lemak berlebihan, akibatnya kue akan melebar, sedangkan jumlah lemak terlalu sedikit akan menghasilkan kue bebrtekstur keras dengan rasa seret di mulut.


Teknik Pembuatan
Kue kering biasanya di buat dari sugar dough atau adonan pasir. Cara membuatnya tepung, lemak, telur, gula dan bahan-bahan lain di aduk menggunakan dua buah pisau. Pengadukan di lakukan sampai terbentuk adonan yang berbutir-butir halus menyerupai pasir. Proses selanjutnya adalah adonan di satukan kemudian di giling dengan ketebalan ½ - 1 cm. Jika anda ingin membuat kue kering dengan adonan yang lebih lunak, pemotongan/pembentukan dilakukan setelah adonan didinginkan terlebih dahulu. Satu hal terpenting di dalam membuat kue kering adalah hindari pengadukan dengan tangan yang terlalu lama. Panas dari tangan akan mencairkan lemak dalam adonan, hal ini akan mengakibatkan adonan matang dan lemak mencair. Kondisi ini menjadikan kue keras dan kehilangan rasa gurihnya. Untuk pemanggangan, gunakan kisaran suhu 170 – 180oC. Panaskan oven terlebih dahulu sebelum kue di panggang, tentunya agar kue tidak bantat dan kue matang merata. Have a nice cooking!. Budi Sutomo.

Rahasia Membuat Jus Segar dan Tidak Enek, Temukan Tipsnya disini



JUICE MINUMAN MANIS, DINGIN, SEGAR DAN KAYA VITAMIN
Penulis: Budi Sutomo


Juice, hampir semua orang menyukai minuman berbahan pokok aneka buah-buanan ini, selain mudah dan cepat membuatnya, variasinya-pun sangat banyak dan beragam. Namun demikian ada beberapa tips yang harus diperhatikan, tentunya agar minuman kesukaan Anda semakin menggoda untuk di coba.


• Kualitas Bahan. Juice adalah minuman segar yang tidak melalui proses dimasak, sehingga kesegaran dan kebersihan bahan harus benar-benar diperhatikan. Pilih buah yang matang dan segar agar mendapatkan rasa yang prima. Biasanya buah yang terlalu muda akan menghasilkan warna yang pucat dengan rasa asam tajam. Sedangkan buah yang kelewat matang teksturnya akan terlalu lunak dengan aroma menyengat.

• Variasi Bahan. Juice akan lebih menarik dan berkesan semarak penampilanya jika kita mengkombinaskan dengan buah-buahan yang berbeda warna. Misalnya semangka dipadu dengan jeruk dan melon. Gradasi warna merah, kuning dan hijau membuat penampilan juice semakin menarik. Jangan takut untuk mengkombinasikan buah-buahan dengan rasa dan aroma yang kontras. Seperti durian dipadu dengan sirsak atau jeruk, rasa manis dan legit dari buah durian semakin terasa lezat dengan sentuhan rasa asam segar dari buah jeruk atau sirsak.

• Tambahkan Air Jeruk Lemon. Tambahkan beberapa sendok makan air jeruk lemon pada saat memblender semua jenis juice. Selain memberikan sensasi rasa asam segar, air jeruk juga membantu menghilangkan aroma dan rasa kurang enak pada buah-buah tertentu, seperti alpokat, pepaya dan jambu biji.

• Teknik Pembuataan. Sebagian orang menyukai juice yang dibuat dengan cara meblender buah dengan es batu secara bersamaan. Padahal teknik memblender buah tanpa es batu kemudian didinginkan dalam kulkas akan menghasilkan juice dengan rasa dan aroma yang lebih enak.


• Sajika Segera Selagi Dingin. Secara alami buah-buahan akan mengalami reaksi browning enzimatik jika sudah dikupas dan bersentuhan dengan udara langsung, proses ini akan merubah warna buah menjadi tidak menarik, pucat dan kecoklatan. Seperti appel dan pisang misalnya, jika dibiarkan terlalu lama warna akan berubah dan tidak menarik lagi. Jangan lupa sajikan dalam kondisi dingin, selain terasa lebih segar suhu rendah membantu vitamin C yang terkandung di dalam juice tetap berkualitas baik.

• Tambahkan Garnis. Agar juice buatan Anda lebih menarik, tambahkan sentuhan garnis seperti potongan buah-buahan, daun mint atau ceri di atasnya. Lebih cantik bukan?. Budi Sutomo

TIPS MEMBUAT SOUP HARUM DAN LEZAT



TIPS MEMBUAT SOUP YANG HARUM, JERNIH DAN LEZAT
Setiap soup mempunyai teknik mengolah yang berbeda satu dengan lainnya. Memang tidak ada standar yang baku dalam mengolah dan menyajikan soup, kreatifitas juru masaklah yang menjadi kunci keberhasilan karena memasak adalah gabungan dari sains, felling dan art. Walaupun begitu ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat soup dan ini biasanya menjadi pakem yang tidak tertulis oleh para juru masak. Apa saja sih pakemnya? Simak tips berikut :
1. Untuk menghasilkan kaldu dengan cita rasa yang lezat, gunakan perbandingan 2 : 1 antara cairan, baik itu air, santan maupun susu dengan daging/tulang.
2. Agar menghasilkan kaldu daging atau ayam yang jernih, sebaiknya cuci daging/tulang sampai bersih. Rebus selama lima menit dan buang air perebusan pertama yang banyak mengandung lemak. Ganti dengan cairan yang baru, rebus lagi dengan api kecil sambil di skim busanya yang terapung. Penambahan meat clarifycation (campuran daging cincang dengan putih telur) akan mengikat kotoran sehingga kaldu yang dihasilkan lebih jernih. Jangan lupa menyaringnya dengan kain kasa/saringan kawat halus.
3. Kaldu yang harum dan lezat bisa diperoleh jika anda merebusnya dengan api kecil selama 1,5 – 2 jam, sehingga sari-sari dari tulang atau daging dapat keluar maksimal. Penambahan mire poix (potongan wortel, bawang bombay, batang bawang, batang sledri) dan bouquet garni (rempah-rempah yang diikat jadi satu dengan batang bawang), sangat membantu meningkatkan cita rasa soup.
4. Gunakan batang bawang dan batang slediri yang berwarna putih, jika batang yang hijau maka akibatnya kaldu yang dihasilkan akan kehijauan karena larutnya klorofil ke dalam cairan.
5. Jangan merebus terlalu lama untuk kaldu udang/ikan. Cita rasa manis khas seafood stock akan hilang. 60 menit waktu yang maksimal untuk perebusan. Jangan lupa menambahkan beberapa potong jahe dan air jeruk nipis untuk menghilangkan aroma amis.
6. Selalu menambahkan sayuaran beberapa saat sebelum diangkat dan dihidangkan agar warna, tekstur dan rasa tetap baik dan segar. Kecuali untuk kacang-kacangan yang memerlukan waktu lama agar diperoleh tekstur yang empuk. (Budi Sutomo)